RI-Zanzibar Lanjutkan Kerja Sama Sektor Pariwisata

Jakarta (Outsiders) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan kesiapannya mencari jalan pembukan penerbangan langsung (Direct Flight) ke Zanzibar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pemasaran Area IV pada Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional III, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Lilis Fauziah dalam acara Zanzibar Tourism Road Show di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

“Ini merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Zanzibar dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang salah satunya adalah pembahasan terkait sektor pariwisata,” kata Lilis.

Ditambahkan Lilis, pada agustus 2018 lalu, sudah ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Afrika yang diprakarsai oleh Ethiopia Air Lines. “Kami terus mendorong dan melakukan penjajakan dengan perusahaan-perusahaan penerbangan lainnya, agar akses menuju kesana (Afrika) semakin mudah,” terangnya.

Menurutnya, Zanzibar yang terletak di kawasan Afrika Timur memiliki keindahan alam, petualangan dan ragam budaya yang menawan.

“Zanzibar memiliki kultur agama, budaya dan makanan hampir sama dengan Indonesia. Sepanjang ini, kami melihat banyak potensi yang bisa digarap dari pasar Afrika,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lilis melihat ini adalah satu peluang untuk kedua negara. Pihaknya akan merencanakan kerja sama dalam misi penjualan destinasi wisata di Zanzibar. “Didalam melakukan promosi nantinya kita akan bekerjasama dengan KBRI setempat, Asita, dan industri yang merupakan ujung tombak pariwisata. Hasil dari misi penjualan ini sangat efektif karena meraka bisa langsung bertransaksi. Intinya kita lakukan kegiatan promosi ini secara sinergi,” papar Lilis.

Minister for Information, Tourism and Heritage Zanzibar, Mahmoud Thabit Kombo menjelaskan Zanzibar menawarkan keindahan alam dan ragam budaya yang menarik. Banyak hal tentang Zanzibar, suatu kepulauan di lepas daratan utama timur Afrika, masih bagian negara Tanzania.

“Mungkin Zanzibar masih asing didengar oleh sebagian kalangan di dunia. Kami adalah negara yang indah dan memiliki banyak kemiripan dengan Indonesia, karena ribuan tahun lalu pelaut Indonesia datang ke Zanzibar,” kata Mahmoud.

Dijelaskan Mahmoud, Zanzibar memiliki 52 pulau dengan 2 pulau besar sekaligus pulau utama (Unguja dan Pemba). Puluhan pulau kecil membentang, dengan pantai berpasir putih dan dunia bawah laut yang eksotis.

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi ujung tombak pendapatan masyarakatnya. Kunjungan turis paling banyak adalah dari Eropa dan negara-negara Timur Tengah.

“Tahun 2017 lalu kunjungan turis ke Zanzibar sebanyak 400-500 ribu. Paling banyak dari negara-negara Eropa, Timur Tengah dan India. Dari Asia masih sangat kecil, karena masalah kita adalah konektivitas alias penerbangan langsung,” tutup Mahmoud.

Pos terkait