Banjir lumpur landa puluhan rumah di Banyuwangi

Foto udara Sungai Badeng, kawasan hutan pinus Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/6/2018). Masyarakat diimbau tetap waspada karena berdasarkan kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, bahwa Gunung Pandil di kompleks Gunung Raung Banyuwangi masih berpotensi longsor dan menyebabkan kembali banjir bandang khususnya yang dilewati jalur wilayah tangkapan air gunung tersebut di sekitar Sungai Badeng.

Banyuwangi (Outsiders) – Banjir disertai lumpur melanda puluhan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur akibat luapan Sungai Badeng di Desa Alasmalang pada Minggu (25/11) sore.

“Ada dua kecamatan yang terdampak luapan Sungai Badeng di Desa Alasmalang yakni Kecamatan Singojuruh dan Rogojampi,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharram di Banyuwangi, Senin.

Menurut dia, ada dua dusun di Desa Alasmalang yang terdampak banjir yakni Dusun Wonorekso sebanyak lima rumah dan Dusun Karangasem sebanyak 25 rumah dengan ketinggian air 20 cm hingga 1 meter.

“Banjir tersebut tidak membawa material lumpur yang signifikan seperti beberapa waktu lalu yang cukup parah, namun persentase lumpur yang terbawa 30 persen, Untungnya banjir tidak sampai menggenang lama di rumah warga,” katanya.

Selain di Singojuruh, banjir yang disertai lumpur juga menerjang Desa Bubuk dan Gladak di Kecamatan Rogojampi dengan jumlah rumah yang terdampak sebanyak 19 rumah baik kategori ringan, sedang, dan berat. ”

Ada dua rumah yang roboh di Desa Gladak karena lokasi rumah tersebut di sempadan sungai yang seharusnya tidak boleh untuk permukiman warga karena menyalahi aturan,” katanya.

Ia menjelaskan hujan deras mengguyur hampir merata di seluruh kecamatan di Banyuwangi dalam beberapa jam juga menyebabkan longsor dan pohon tumbang yang menimpa penerangan jalan umum (PJU), serta pipa air minum yang rusak di Kecamatan Licin.

“Kami juga mendapat laporan jalan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran juga tergenang banjir, namun tidak sampai masuk ke rumah warga dan hanya menggenangi jalan menuju ke Pulau Merah,” ujarnya.

Eka Muharram mengimbau masyarkat Banyuwangi tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bencana banjir dan longsor karena musim hujan diprediksi masih berlangsung hingga Januari 2019.

Pantauan di lapangan, puluhan warga yang terdampak banjir yang disertai lumpur mulai membersihkan perabotan rumah yang terendam banjir.

Anggota Polri dan TNI bersama relawan juga membantu warga untuk membersihkan sejumlah fasilitas umum yang terdampak banjir disertai lumpur.

Sumber : ANTARA

Pos terkait