Muara Angke, dari Hutan Sampah Berubah Menjadi Hutan Bakau

Muara angke yang disulap menjadi Hutan Bakau yang hijau.

Jakarta (Outsuders)- Beberapa tahun yang lalu Muara Angke merupakan lautan sampah di utara di Jakarta, kini sebagian dari Muara Angke adalah hutan bakau yang hijau lebat dan menjadi tempat pasangan melakukan foto pra-nikah.

Perubahan drastis itu terjadi pada tahun 2008 Saat 27 bibit berbagai jenis pohon mulai ditanam di atas sampah di Muara Angke. Hasilnya menakjubkan, tempat yang tadinya tidak elok dilihat dan berbau tak sedap berubah menjadi hutan mangrove yang berpotensi menjadi destinasi wisata.

Perubahan itu berkat usaha warga masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Mangrove Muara Angke memulai usaha untuk melakukan perubahan “Tahun 2008 kita sama kawan komunitas mangrove mulai mengusulkan ide dibuatnya kawasan hutan mangrove ini. Dulu lahan tidur yang notabene sampah juga” ujar Ketua Komunitas Mangrove Muara Angke, Risnandar.

Risnandar mengatakan bahwa hutan mangrove akan dikembangkan sampai pesisir laut Marunda dengan tujuan mengembalikan tanaman bakau di pesisir utara Jakarta “tujuannya kita mengembalikan ekosistem laut, ini kan tanaman pesisir jangan sampai punah” cetusnya lagi.

Hutan Mangrove Muara Angke ini terdiri dari pohon bakau, pohon api-api, pohon pidada, dan nipah, kesemua jenis pohon ini ditanam dinatas lahan seluas 1,5 hektar. Kini di dalam kawasan ini terdapat empat tambak ikan yang dibudidayakan oleh warga sekitar “Satu kolam lima kepala keluarga yang merawat, ikannya itu nila merah, nila hitam, dan gurami, kurang lebih 15 ekor” ucap Risnandar.

Hasil dari tambak ikan ini diperuntukkan bagi warga yang merawat “kalau panen, dijual di tempat pelelangan ikan, hasilnya dipotong untuk bibit, sampai sekarang sudah empat kali panen” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kelurahan Pluit ini.

Selain kolam tambak, hutan mangrove Muara Angke juga memiliki taman bacaan, dan untuk masuk semua pengunjung tidak dikenai biaya karena kawasan itu dirancang sebagai tempat wisata edukatif “ Semua free, buat mahasiswa pelajar semua gratis, asalkan tidak merusak sama-sama saling menjaga.” Tutupnya.

Sumber : Genpi

Pos terkait