Pages Navigation Menu

Traveling & Borderline Magazine

BNPP Bahas pemekaran desa di Kab. Kepulauan Meranti

JAKARTA-Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupten Kepulauan Meranti untuk membahas dua desa persiapan yang akan diusulkan menjadi desa definitif.

Dua desa tersebut adalah Desa Persiapan Bina Sempian pemekaran dari Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir dan Desa Persiapan Bumi Asri pemekaran dari Desa Lukit Kecamatan Merbau.

Kasubag Kawasan Bagian Pengelola Perbatasan Setda Kabupaten Kepulauan Meranti, Yusril Lubis, mengatakan kedatangan rombongan dari Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mengadu kepada BNPP, karena pihaknya terhambat persyaratan untuk menjadi desa definitif.

“Dalam hal persyaratan umum, ada beberapa hal yang tidak cukup yaitu jumlah penduduk kita tidak mencukupi. Jadi kami mengadu karena di Nota Dinas dan Kementerian Kecamatan Rantang Pesisir masuk pada Lokpri (Lokasi Prioritas),” ujarnya di Kantor BNPP, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (17/7).

Sementara Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Kepulauan Meranti, Darwis, menyampaikan rasa terima kasihnya karena rombongannya telah di terima di BNPP. Ia pun berharap ke depan dua desa persiapan tersebut dapat menjadi desa definitif.

“Harapannya, ke depan semoga apa yang kami usahakan ini terkait pemekaran desa dapat didukung penuh oleh BNPP,” kata Darwis. 

Rombongan dari Pemkab Kepulauan Meranti diterima oleh Pelaksana tugas (Plt.) Asisten Deputi Infrastruktur Pemerintah, Faebuadodo Hia, Kepala Bidang Kebijakan Program pada Asisten Deputi Infrastruktur Pemerintahan, Deddy Winarwan serta Kepala Sub Bidang Monev dan Pelaporan pada Asisten Deputi Infrastruktur Pemerintahan, Bagus G.B Dharmaputra. Audiensi diakhiri dengan acara foto bersama.

Dalam kesempatan tersebut Pelaksana tugas (Plt.) Asisten Deputi Infrastruktur Pemerintah, Faebuadodo Hia, meminta pemekaran Desa Bumi Asri dan Bina Sempian disesuaikan dengan regulasi. Ia juga meminta Pemkab Kepulauan Meranti untuk menyiapkan kajian akademis serta data pendukung yang berkaitan dengan pemekaran kedua desa.

“Segera disiapkan kajian akademis dan data dukung terkait dengan pemekaran desa persiapan Bumi Asri dan Bina Sempian,” ujar Faebuadodo.

(Humas BNPP)