Menhan Malaysia bicara soal peningkatan pengamanan perbatasan

Jakarta (Outsiders) – Militer Malaysia baru-baru ini menyatakan akan memperketat pengamanan di wilayah perbatasannya dengan Indonesia menyusul rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia ke Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengatakan peningkatan pengamanan di perbatasan itu adalah suatu tanda persahabatan yang begitu erat dan baik.

“Kalau Malaysia mau memperketat pengamanan di perbatasan itu adalah suatu tanda persahabatan yang begitu erat dan baik,” kata Mohamad Sabu seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu (29/1/2020).

Menteri yang akrab disapa Mat Sabu ini mengatakan Malaysia ikut bertanggung jawab untuk mengamankan kawasan jika benar-benar memindahkan ibu kota negara ke Kaltim. Apalagi tindakan kriminal dan pelanggaran lainnya di perbatasan Indonesia-Malaysia merupakan tanggung jawab bersama. 

“Tetapi, Malaysia berusaha memastikan supaya perbatasan dan perairan antara kedua negara lebih aman sehingga Indonesia tidak menanggung beban jika terjadi pelanggaran dari sisi Malaysia. Maka dari itu ini tanggung jawab bersama,” jelas Mat Sabu.

Menurutnya, rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia bukanlah suatu ancaman bagi Negeri Jiran, karena Malaysia juga akan mendapatkan keuntungan dalam sektor ekonomi terutama soal pariwisata dengan adanya pemindahan ibu kota negara tersebut.

“Kami amat gembira apabila ibu kota Indonesia berdekatan dengan wilayah kami karena limpahan keuntungan dan peluang ekonomi akan datang ke kami pula, terutama dalam bidang penerbangan. Sudah tentu, dengan rencana ini penerbangan Malaysia terutama di Sabah dan Sarawak akan lebih sibuk,”sambungnya.

Lebih lanjut Mat Sabu menyampaikan tidak ada sisi negatif jika ibu kota negara Indonesia dipindahkan ke Kaltim, melihat ibu kota negara Indonesia saat ini (Jakarta) sudah terlalu padat dan macet.

“Saya yakin perpindahan ibu kota baru ini akan membawa pembangunan yang lebih lestari bagi Indonesia di masa depan. Tapi bagaimana pun ini hak Indonesia, kami mendukung segala rencana Indonesia terkait rencana ini,” pungkasnya.

Pos terkait