SKPT Natuna perlu pengembangan digitalisasi

  • Whatsapp
Rina Saadah dan rombongan saat melakukan kunjungan kerja ke Natuna, Kamis (15/10/2020)

Natuna (outsiders) – KKP mendorong pengembangan digitalisasi SKPT Natuna sekaligus digitalisasi aktivitas kelautan dan perikanan di kawasan perbatasan tersebut.

Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan, Bidang Daya Saing dan Nilai Tambah Industri Kelautan dan Perikanan Rina Saadah, pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna juga harus didukung dengan proses pengembangan digitalisasi untuk menyasar milenial.

Bacaan Lainnya

“Jangan mengembangkan fisiknya saja, tapi juga melalui pendekatan digital dan milenial. Hal itu saya rasakan ketika mencicipi ikan di Pulau Sedanau, dan dapat dipromosikan melalui digital. Apalagi potensi di sini sangat luar biasa,” ujarnya, Kamis (14/10/2020).

Sementara itu, Penasihat Mentari Kelautan dan Perikanan, Bidang Daya Saing SDM, Inovasi Teknologi dan Riset Rokhmin Dahuri menjelaskan pembangunan yang dilaksanakan di SKPT Natuna sudah sejalan dengan program Presiden Jokowi yang menginginkan perekonomian bergerak di poros maritim.

“Setidaknya ada lima aspek penting dalam membangun SKPT Natuna. Potensi kelautan dan perikanan yang belum dimanfaatkan optimal, integrasi pembangunan dan jumlah penduduk rendah, sehingga terbelakang dan miskin, mengatasi perbedaan pembangunan antar wilayah, menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan baru serta apabila maju dan makmur maka menjadi posisi strategis memperkokoh kedaulatan wilayah NKRI,” papar Rokhmin.

Rokhmin Dahuri menegaskan pembangunan SKPT Natuna yang telah beroperasi kurang lebih empat tahun. Tidak hanya pembangunan fisik, sangat penting sebagai ujung tombak daerah perbatasan untuk mempertahankan kedaulatan dan menyejahterakan rakyat dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi kelautan dan perikanan.

Rombongan kunjungan kerja melakukan peninjauan fasilitas dan aktifitas perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Selat Lampa yang dilanjutkan melihat pengolahan ikan beku dan segar di unit pengolahan ikan PT Neptuna Dwindo Martin.

Selain itu, juga meninjau kegiatan muat ikan karang hidup dan lobster yang akan diekspor melalui kapal angkut ikan Hongkong dan kegiatan budidaya keramba ikan karang dengan komoditas unggulan ikan Napoleon yang merupakan jenis ikan karang dengan nilai ekonomis tinggi.

Pewarta : Yanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *