Kabupaten Siak terpilih jadi Pilot Project Program Sekolah Penggerak

Siak (Outsiders) – Kabupaten Siak terpilih menjadi pilot projects Program Sekolah Penggerak di Provinsi Riau bersama dua daerah lain yakni, Kabupaten Inhil dan juga Dumai.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Mahadar saat menghadiri Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, yang bertempat di halaman Jamsostek kecamatan Tualang, Minggu, (22/05/2022)

Bacaan Lainnya

“Saat ini sekolah penggerak di kabupaten Siak sudah masuk angkatan ke 2 (dua), yang dimulai dari tahun 2021. Kepala sekolah dan guru dianggap sebagai motor penggerak dalam menumbuhkan kompetensi dan karakter yang dapat dikembangkan”, ujar Mahadar.

Mahadar menyampaikan, program Sekolah Penggerak sendiri diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. PSP merupakan upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasila. PSP berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Untuk itu Kepala sekolah dan guru yang ikut program ini, dilatih setelah melalui beberapa tes menjadi kepala sekolah penggerak.

“Sampai saat ini proses untuk menjadi kepala sekolah penggerak untuk angkatan 1 dan angkatan 2 sedang berjalan, untuk tahap awal ini nantinya mereka sebagai pilot project dalam rangka menerapkan kurikulum merdeka,” ungkap Mahadar.

Guru-guru di Sekolah Penggerak mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menerapkan ‘Merdeka Belajar’ yaitu secara mandiri mengembangkan kompetensi diri melalui refleksi, merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, aktif berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menerapkan nilai-nilai kebhinekaan, inklusi dan ramah anak.

“Selain itu, keuntungan yang akan didapat bagi sekolah yang melaksanakan program Sekolah Penggerak, yaitu: peningkatan mutu hasil belajar dalam kurun waktu 3 tahun, peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru, percepatan digitalisasi sekolah, kesempatan menjadi katalis perubahan bagi satuan pendidikan lain, percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila, mendapatkan pendampingan intensif serta memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian buku bagi pembelajaran dengan paradigma baru.

Pihaknya sedang melatih 50 guru penggerak sekabupaten Siak mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA. Guru penggerak ini menjadi salah satu syarat untuk menjadi kepala sekolah di setiap jenjang.

“Mereka dilatih selama 6 bulan, dan setelah selesai diberikan sertifikat dan ini menjadi salah satu syarat untuk menjadi kepala sekolah,” ujarnya.

Mahadar juga menambahkan bahwa tujuan program agar para guru dapat menciptakan metode dan suasana belajar yang menarik serta efektif, kemudian diharapkan para pemimpin sekolah di masa depan nantinya akan berasal dari para alumni program guru penggerak.(dty)

Pos terkait