VW 181 Safari, Si Klasik teman wisata asyik

Tim Majalah Outsiders saat menikmati perjalanan mengitari pedesaan di seputaran Candi Borobudur menggunakan VW 181 Safari

Magelang (Outsiders) – Memiliki Volkswagen (VW) klasik, ternyata tidak sekedar untuk gagah- gagahan saja, namun mobil keluaran 1970-an tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi unik bagi wisatawan seperti dilakukan komunitas VW 181 jenis Safari di kawasan wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Orang awam mengenal Volkwagens 181 dengan sebutan VW Safari atau VW Camat karena tahun 1970-an Pemerintah Indonesia sempat membekali setiap camat mobil produksi Jeman ini dengan warna khas oren,” ungkap Anto, salah seorang pengemudi VW wisata di kawasan Borobudur, Selasa (24/05/2022).

Awalnya, kata Anto, pengelola Taman Wisata Boroubudur sekitar November 2017 meluncurkan VW Tour sebagai salah satu ikon baru pariwisata dan hal tersebut disambut baik sejumlah komunitas VW Magelang.

“Dulu hanya ada sekitar 200 unit saja, sekarang sudah seribuan unit yang beredar di kawasan wisata Borobudur. Bahkan pemilik VW dari Bali, juga ikutan migrasi ke Magelang,” timpal Anto.

Secara umum, biaya yang dikenakan per paket wisata menggunakan VW, rata- rata dipatok mulai dari Rp400 ribu hingga Rp1 juta, Batasan harga dilihat dari durasi tur  atau jumlah kunjungan destinasi.

“Setiap unit VW dapat memuat empat wisatawan, harga paling murah kita patok Rp400 ribu saja diluar tiket masuk lokasi wisata berbayar,” imbuh Anto.

Pilihan wisata VW Tour bervariasi, mulai dari sekedar mengitari kawasan Borobudur, hingga mengunjungi sejumlah desa wisata di luar kawasan tersebut, seperti Rafting di Sungai Elo, wisata edukasi melihat proses pembuatan Rengginang, Budidaya jamur, lebah, kopi Luak, atau sekedar berfoto di sejumlah spot andalan seperti area persawahan, Pegunungan Menoreh, sunrise di Pethuk Setumbu hingga berkunjung ke Candi Mendut dan Candi Pawon.

Sebagai driver, pendapatan yang diporeleh Anto cukup baik ketimbang menjadi driver perusahaan travel. “Supir travel paling sehari dapat gaji Rp100 ribu dan terkadang jarak tempuhnya hingga keluar Kabupaten, beda dengan supir VW Tour, bila satu hari kita bisa dapat dua hingga tiga trip perjalanan, setidaknya saya bisa kantongi hingga Rp375 ribu, lagian jarak tempuhnya paling 5 hingga 10 kilometer saja dalam satu sesi tur,” ungkap Anto.

Selain mendapatkan tamu secara langsung, Anto dan rekan- rekan lebih banyak memperolehnya dari kerja sama dengan perusahan tour operator baik dari Magelang maupun Yogyakarta.

“Insha Allah kami tidak kekurangan tamu. Biasanya pelanggan mendapatkan info tentang kami dari media sosial, namun kami juga berkerja sama dengan sejumlah tour operator untuk melayani tamu mereka,” ujarnya.

Disinggung soal harga pembelian satu unit VW type 181, ternyata memiliki nilai cukup tinggi. Untuk bahan, atau yang belum dimodifikasi bisa mencapai harga Rp70 juta per unit.  “Bila sudah direstorasi, nilainya bisa naik antara Rp90 juta hingga Rp125 juta. Tentu saja  tahun pembuatan dan hasil restorasi mempengaruhi harga jualnya,” ujar Anto memberi bocoran.

Katanya lagi, mobil yang ia kendarai dulu dibeli seharga Rp110 juta. “Bila kita beli mobil secondhand, mungkin sudah dapat mobil dengan fasilitas bagus dan nyaman untuk dikendarai, namun karena VW 181 punyai nilai klasik, makanya dari segi harga jual cukup tidak masuk akal dibanding mobil keluaran sekarang,” ujarnya sambil tersenyum.

Pewarta: Syam Irfandi

Pos terkait