Dua siswi ICBS Payakumbuh ikuti AYIMUN 2022 

Pada acara Closing Ceremony AYIMUN 2022 di Kuala Lumpur, Mlaaysia, Fayi, kelahiran Bukittinggi, pada kesempatan itu memperkenalkan Budaya Minang Kabau dengan mengenakan Baju  Adat Minang, dan Tabita yang berasal dari kota Dumai menunjukkan budaya Melayu dengan mengenakkan Baju Adat Melayu Riau. (Foto istimewa)

Kuala Lumpur (Outsiders) – Ajang bergengsi Asia Youth International Model United Nation (AYIMUN)  2022 berlangsung di Kuala Lumpur, program berskala internasional ini merupakan konsep simulasi Sidang PBB yang diikuti oleh generasi muda usia 17 – 21 tahun dari berbagai negara.

Dua siswi ICBS Payakumbuh, Fayi Amatullah Azhara dan Tabita Syahara, berhasil lolos seleksi yang diadakan pihak penyelenggara AYIMUN beberapa bulan yang lalu dan berhak mengikuti ajang internasional tersebut mewakili Indonesia mulai dari tanggal 30 September – 03 Oktober 2022, diikuti  delegasi dari 36 negara, diantaranya Indonesia, Malaysia, Pakistan, Afrika, Jepang, Ukraina dan China, bertempat di Hotel Pullman Kuala Lumpur Bangsar.

Bacaan Lainnya

Sebelum unjuk kemampuan dalam konferensi pemuda internasional tersebut Fayi dan Tabita telah mempersiapkan diri mengasah kemampuan publik speaking dan mempersiapkan makalah yang akan mereka sampaikan di forum itu dibantu guru pembimbing dari ICBS Komplek Harau, Miss Fanny yang menjadi mentor untuk persiapan mereka.

Ustad Zulherman Syafril selaku Kepala Sekolah Insan Cendikia Boarding School (ICBS) Payakumbuh melalui sekolah memberikan support luar biasa agar kedua siswi tersebut dapat mengikuti MUN itu dengan memfasilitasi hal-hal yang dianggap perlu bagi keduanya.

“Selamat bergabung ananda dalam komunitas Internasional,” ujar Zulherman bangga.

Ia menjelaskan AYIMUN adalah model simulasi sidang PBB bagi mahasiswa dan siswa SMA/MA.  AYIMUN bertujuan memperkenalkan bagaimana PBB bekerja. Selain itu, untuk meningkatkan pengalaman international kepada delegasi melalui AYIMUN dengan mengangkat isu-isu international di abad ke-21. AYIMUN juga melatih leadership, kemampuan analisis, diplomasi, dan public speaking bagi para peserta, termasuk melatih kemampuan untuk menyelesaikan masalah internasional dan mengembangkan kemampuan diplomasi.

“Menjadi delegasi dalam ajang internasional tersebut merupakan kesempatan dan pengalaman berharga bagi kami yang insyaAllah akan sangat berguna bagi kami kedepannya. Selain bisa menjalin persahabatan dengan teman-teman dari banyak negara, juga tentunya mendapatkan banyak ilmu dari acara tersebut. Contoh salah satunya,  bagaimana menyelenggarakan sebuah konferensi dengan baik”, papar Fayi Amatullah Azhara yang merupakan pengurus Badan Eksekutive Siswa (BES) di sekolahnya didampingi Tabita yang sama-sama berasal dari kelas XII SMA ICBS Payakumbuh Komplek Harau.

Selain menyampaikan ide dan gagasan pada acara simulasi sidang PBB tersebut, para delegasi juga diberi kesempatan memperkenalkan adat dan budaya daerah asal mereka masing-masing di saat acara Closing Ceremony yang berlangsung meriah. Fayi yang kelahiran Bukittinggi, pada kesempatan itu memperkenalkan Budaya Minang Kabau dengan mengenakan Baju  Adat Minang, dan Tabita yang berasal dari kota Dumai menunjukkan budaya Melayu dengan mengenakkan Baju Adat Melayu Riau.

“Banyak yang mengerumuni kita dan minta foto bareng karena tertarik dengan Takuluak Tanduak yang Fayi pakai. Mereka kemudian mengeja-eja kata-kata “Takuluuak Tanduak” dan bilang “How nice you”, ungkap Fayi tergelak. Demikian pula Tabita, indahnya tenun kain songket yang dikenakkan tak kalah menarik dengan pakaian-pakaian adat dari negara-negara lain yang bertaburan malam itu.

Kini kedua siswa tersebut telah pulang kembali ke Indonesia dan siap berbagi ilmu yang didapatkan selama mengikuti AYIMUN Malaysia 2022. (cecen)

Pos terkait