JKPI 2022, Pemkab Siak Ajak Kolaborasi Bersama OPD Lurah dan Penghulu

Siak (Outsiders)-Tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Pemkab Siak ajak OPD Lurah dan Penghulu untuk berkolaborasi bersama dalam rangka menjaga perjuangan Kota Warisan Budaya di Dunia pada Rankernas JKPI tahun 2022 di Palembang pada tanggal 2-4 November ini.

Ajakan ini disampaikan Bupati Siak Alfedri sebelum keberangkatan resmi dari Kantor Kecamatan Lubuk Dalam, rombongan yang terdiri dari OPD, lurah dan penghulu di Lubuk Dalam (1/10/22).

Bacaan Lainnya

Pada Rankernas JKPI tahun 2022 ini, pihak Pemkab Siak memberangkatkan sebanyak 160 utusan yang terdiri dari OPD, lurah, dan Penghulu ke Kota Palembang, Sumatra Selatan.

Sebelum keberangkatan ke Palembang, orang nomor satu di Kota Istana tersebut menyampaikan misi dalam keikut sertaan rombongan dalam rangkaian acara tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Siak bersama rombongan melaksanakan doa bersama untuk kelancaran dan keselamatan selama mengikuti kegiatan.

“Pertama pemberangkatan kita kali ini, terkait komitmen sesama Kabupaten dan Kota Pusaka anggota JKPI, untuk saling dukung, saling menguatkan dan saling mensukseskan dalam pelaksanakan iven jika kabupaten dan kota pusaka tertentu menjadi tuan rumah. Berhubung pelaksanaan kali ini di Kota Palembang yang bisa ditempuh jalur darat, maka penghulu dan lurah juga kita ikut sertakan”, terang Alfedri dalam sambutannya.

Berpatok pada kesepakatan yang disetujui pada Rakernas JKPI di Karangasem beberapa tahun lalu, disetujui masing-masing kabupaten dan kota berkomitmen memajukan kebudayaan masing-masing.

“Dengan hadirnya utusan dari kabupaten Siak dalam JKPI 2022 ini,  merupakan upaya kita untuk saling mendukung dan mensukseskan iven rakernas JKPI, dengan demikian Kabupaten Siak juga memiliki tanggungjawab yang sama dengan kabupaten lain”, ujar Alfedri.

Alfedri menambahkan bahwa pada pelaksanaan JKPI di Siak beberapa tahun silam, sebenarnya, beberapa Kabuipaten dan Kota lain telah berkomitmen untuk mengirimkan utusannya. Namun, karena terkendala pandemi Covid-19, Rakernas JKPI tahun 2020 terpaksa harus mengurangi kuota demi menaati prokes yang ditetapkan.

“Sebenarnya pada pelaksanaan rakernas JKPI di Siak Sri Indrapura Tahun 2020 lalu, beberapa kabupaten dan kota lain telah berkomitmen untuk melibatkan kepala desa untuk hadir mengikuti rangkaian acara yang kita laksanakan di Kabupaten Siak, namun Allah berkehendak lain, kita semua pada waktu itu dilanda pandemi Covid 19 sehingga acara terpaksa kita laksanakan dengan prokes ketat dengan rangkaian yang sangat sederhana di Gedung daerah tempo hari” kata Alfedri.

Selain itu pada pelaksanaan Pra Rakernas JKPI di Aceh beberapa waktu lalu juga ditetapkan bahwa salah satu Ibukota Kebudayaan itu diantaranya Kota Siak Sri Indrapura, sebagai Ibukota Kebudayaan Pendidikan dan Literasi, sebab kata Alfedri Kabupaten Siak memiliki lebih dari 40 ribu manuskrip kuno peninggalan kejayaan Kesultanan Siak Sri Indrapura. Hal ini kata dia turut menjadi salah satu modal selain keberadaan sejumlah cagar budaya yang masih terawat dengan baik dikawasan kota pusaka Siak Sri Indrapura, untuk menjadikan kota berjuluk Negeri Istana itu sebagai Kota Warisan Budaya Dunia (World Heritage City).

“Tentunya para penghulu dan lurah yang ikut serta dalam kegiatan rakernas kali ini, kami ajak untuk menunjukkan kesungguhan dan keseriusan pengusulan Siak Sri Indrapura menuju Kota Warisan Budaya Dunia, melalui kegiatan Karnaval dan Pawai Budaya Rakernas JKPI di Palembang tahun ini”, kata Alfedri.

Terkait kegiatan Karnaval dan Pawai Budaya pada ajang ini, Alfedri menaruh perhatian khusus, karena ikut disaksikan oleh pemangku kepentingan pengusulan World Heritage City .

“Pada kegiatan Karnaval dan Pawai Budaya Rakernas JKPI nanti, akan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dalam pengusulan World Heritage City juga hadir di Rakernas JKPI Palembang. Ini menjadi menjadi salah satu target kita disamping tentunya mempromosikan kekayaan potensi budaya dan pariwisata di Kabupaten Siak” pinta mantan Presidium JKPI itu.

Bupati Siak Alfedri melanjutkan, target khusus yang diberikan kepada pimpinan OPD, lurah maupun kepada desa yang dilibatkan dalam kegiatan apresiasi kabupaten dan kota wisata tersebut ialah keaktifan masing-masing ODP, lurah dan penghulu untuk melihat inovasi dan hal-hal positif yang ada di Sumatera Selatan terkait mutu pelayanan publik selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

“Jika nantinya ditemui suatu inovasi atau hal-hal yang baik untuk dicontoh, mohon dapat dipelajari dan diaplikasikan di wilayah kerja bapak dan ibu masing-masing. Jadi kita dapat mengaplikasikan metode Amati Tiru dan Modifikasi, untuk inovasi-inovasi pelayanan publik yang kita temui nanti” sebut Alfedri.

Selain melibatkan OPD terkait, Lurah dan Penghulu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga memboyong sanggar Tasik Seminai dan Sanggar Mahligai dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Siak untuk menampilkan kekayaan khazanah budaya dan kearifan lokal.

“Dalam pagelaran kesenian daerah, penampilan kesenian daerah dari Kabupaten Siak aka nada pertunjukan kesenian tari. Selain itu Dekranasda juga menampilkan sejumlah produk unggulan diantaranya tenun khas dan Batik Siak” ujar Alfedri.(dty)

Pos terkait