Pemda Siak dan Baznas Upayakan Tanggulangi Kemiskinan Ekstrim

Siak (Outsiders)- Kemiskinan Ekstrim merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang ada di Kabupaten Siak.

Menyikapi hal tersebut Bupati Siak Alfedri, adakan pertemuan dengan Baznas Kabupaten Siak, di Kantor Baznas Siak, Kamis(16/01/2023)

Bacaan Lainnya

Alfedri menyampaikan, bahwa perlu adanya kolaborasi antara Pemkab Siak dan BAZNAS untuk menekan angka Kemiskinan Ekstrim.

Alfedri juga menegaskan, dalam proses penyaluran bantuan, Baznas diminta lebih selektif, agar nantinya bantuan tersebut baik dari dari program nasional dan Pemkab bisa tepat sasaran.

“Pemerintah pusat mengeluarkan data ada 6000 keluarga miskin di kabupaten Siak, saya minta Instansi terkait untuk mengecek apakah data tersebut akurat dan valid”, kata dia.

Menanggapi permintaan Bupati Alfedri, Ketua BAZNAS Siak, Samparis bin Tatan menyampaikan, bahwa pihaknya mengupayakan

tiga program Baznas Kabupaten Siak dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di kabupaten Siak.

“Pertama, dengan program Konsumtif Berkelanjutan (Kobe). Kobe merupakan mustahiq yang tidak memiliki skill kerja baik di bidang pertanian, peternakan dan kecakapan hidup atau ketidakberdayaan secara fisik dan mental, baik karena cacat, jompo atau uzur, sakit jiwa atau mental”, ujarnya.

Samparis menambahkan, program Kobe kedepannya akan disalurkan pada 40 KK, dengan skema Baznas akan membeli hasil pertanian padi dari masyarakat untuk kemudian diserahkan kepada penerima program Kobe. Atau bekerjasama dengan mitra warung harian yang berada di kampung tempat mustahiq (penerima Zakat) tersebut berada selama 12 Bulan.

Program kedua ialah program Rehab Rumah Gotong Royong (REMA GOTO), ditujukan kepada mustahiq yang memprihatinkan kondisi rumahnya. Dalam program ini ada 36 rumah yang akan di rehab Baznas.

“Program terakhir adalah Bina UMKM (Usaha Mikro Menengah), dimana mustahiq yang menerima program adalah mereka yang masuk dalam kemiskinan ekstrem namun mereka memiliki keahlian dalam pertanian, peternakan atau pun dalam berniaga. Maka kita dorong mereka mengembangkan usaha yang sehari-hari mereka lakukan”, jelasnya.(dty)

Pos terkait