Capai 23.775 ton Produk Perikanan, BNPP dukung Anambas tingkatkan Ekspor

Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat BNPP, Yedi Rahmat dalam pertemuan bersama Pemda Kabupaten Kepulauan Anambas menghadirkan sejumlah Kementerian/lembaga terkait guna mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis kelautan, Jakarta, Selasa (21/2/2023)

Jakarta (Outsoders) – Produksi perikanan Kabupaten Kepuluan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau sudah menembus 23.775 ton dengan total nilai produksi Rp475 miliar pertahun, capaian tersebut termasuk hasil perikanan yang diekspor ke Hongkong dari produk semi budidaya berupa ikan Kerapu dan Napoleon.

Data tersebut terungkap dalam pertemuan sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Anambas yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan, Kepulauan Anambas, Rovaniyadi dengan kementerian/ lembaga (K/L) terkait yang difasilitasi oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP) di Jakarta, Selasa (21/02/2023).

Bacaan Lainnya

Selain mendengarkan sejumlah usulan pengadaan infrastruktur di Kepulauan Anambas, BNPP di bawah deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP, juga mendorong optimalisasi produk perikanan di Kepulauan Anambas. Produksi perikanan di Kepuluan Anambas telah tembus 23.775 ton dengan total nilai produksi Rp475 miliar.

Pertemuan ini juga mendorong agar sebanyak 3.781 orang nelayan di Kepulauan Anambas, tak lagi hanya bergantung pada hasil tangkapan, melainkan bisa mendiversifikasikan olahan ikan sehingga memiliki nilai tambah pendapatan dan menghindari kerugian akibat ikan cepat rusak.

Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat BNPP, Yedi Rahmat telah menjelaskan bahwa, maksud dan tujuan rapat adalah mengoordinasikan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis kelautan perikanan di kawasan perbatasan dan Pulau-Pulau Kecil terluar (PPKT) khususnya pada Kabupaten Kepulauan Anambas bersama sektor terkait.

Dengan rapat tersebut diharapkan juga diperolehnya dukungan dari (K/L) terhadap pengembangan ekonomi masyarakat berbasis kelautan.

“Kami juga mendatangkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah berhasil mengekspor rendang sampai ke Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya. Nantinya kami akan mengkaji apakah produk perikanan bisa dikemas seperti dalam konsep kemasan rendang, bisa bertahan lama,” jelas Yedi dalam rapat tersebut.

“Kami juga akan berencana memberikan pelatihan pengemasan kepada para nelayan dalam mengemas olahan ikan dan membentuk koperasi,”tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut juga turut memberikan pemaparan Analis Perdagangan Ahli Muda, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Desy Rosmerya, Praktisi UMKM, Andi Taufik dan pelaku UMKM eksportir rendang, PT. Rendang Uni Tutie, Sri Yuliastuti. (HH/**)

Pos terkait