Irwan : Gesa realisasi pendistribusian pupuk subsidi awal tahun 2024

Kepala Dinas Pertanian, kabupaten Siak, Irwan saat rapat rencana penyaluran pupuk subsidi di Kantor Bupati Siak, Rabu (31/01/24). Foto Sukma Gantina

Siak (Outsiders) – Musim tanam di awal tahun 2024 sudah memasuki masa pemupukan, langkah realisasi pendistribusian pupuk subsidi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Siak sudah mulai dilakukan, meliputi 7 kecamatan, Bunga Raya yang terkenal dengan hasil pertanian di Negeri Istana inipun mendapat alokasi terbanyak dan sudah sampai ke tingkat pengecer mencapai 334.739 kg untuk pupuk Urea dan NPK  sebesar 382.844 kg.

Kadis Pertanian, Irwan mengungkapkan penyaluran pupuk ini akan segera direalisasikan mulai hari ini, pupuk akan di distribusikan untuk Kecamatan Siak, Sungai Apit, Pusako, Tualang, Sungai Mandau, Bungaraya dan Saba Auh. “Langkah ini diambil karena sejumlah komoditi sudah masuk dalam masa pemupukan,” ujarnya ditemui usai rapat di Kantor Bupati siak, Rabu (31/01/2024).

Pupuk Subsidi hanya boleh digunakan untuk 9 komoditi saja, Komoditi yang dimaksud yaitu, Padi, Jagung dan Kedele, Hortikultura ada 3 yaitu Bawang Merah, Cabe merah, dan Bawang Putih, sementara untuk Perkebunan yaitu, Kakao, Kopi dan Tebu.

Kecamatan Bunga Raya menjadi andalan Kabupaten Siak untuk hasil pertanian, salah satunya tanaman Padi. Foto : Sukma Gantina

“Hanya komoditi tersebut yang bisa menggunakan pupuk subsidi, kalau sawit tidak bisa”, sebutnya. (31/01/24). Menurutnya, dari 7 kecamatan, untuk pupuk Urea dialokasikan sebanyak 487.407 kg, setiap kecamatan mendapat alokasi yang berbeda, berikut rinciannya : Siak 3.451 kg, Sungai Apit 21.276 kg, Pusako 5.788 kg, Tualang 2.176 kg, Sungai Mandau 4.938 kg, Bungaraya 334.739, dan Saba Auh 115.039 kg.

“Sementara untuk pupuk NPK dialokasikan sebanyak 553.327 kg, dengan rincian sebagai berikut : Siak 3.856 kg, Sungai Apit 19.800 kg, Pusako 4.254 kg, Tualang 6.002 kg, Sungai Mandau 6.977 kg, Bungaraya 382.844 kg, dan Saba Auh 129.594 kg, dari 7 Kecamatan, Bungaraya mendapat alokasi terbanyak dan pendistribusiannya sudah sampai ke tingkat pengecer”, ujarnya.

Pendistribusia Urea melalui KUD Tandan Mas Jaya, NPK melalui PT Mega Eltra, disalurkan ke 4 pengecer, yaitu Kios Sinar Tani, UD Sawah Tani, Kios Tuah Lestari dan UD Karya Tani. Pupuk subsidi ini akan digunakan untuk 3 komoditi dibungaraya yaitu Padi, Cabai dan Jagung, dengan kebutuhan urea sebesar 327.240 kg dan NPK 374.034 kg.

Pada tahap awal di 2024, akan disalurkan 20 ton pupuk bagi petani di Bungaraya, pupuk disalurkan ke 2 pengecer, masing – masing mendapat NPK dan Urea dengan porsi yang sama, yaitu UD Sinar Tani 10 ton, UD Karya Tani 10 ton.

“Ini baru tahap pertama, untuk memenuhi kebutuhan lahan seluas 2.133.75 Ha di Bungaraya, jelas masih kurang, nanti ada tahap berikutnya untuk mencukupi kebutuhan tersebut”, terang Kordinator Penyuluh Pertanian (Korlu), Nining Andriani (SG)

Pos terkait