Alfedri kunjungi Rumah Batik Simpeja Kampung Simpang Perak Jaya

Bupati Alfedri tampak sangat kagum dengan motif batik buatan Rumah Batik Simpeja.

Siak (Outsiders) – Bupati Siak, Alfedri mengunjungi Rumah Batik Simpeja yang dikelola oleh Ami (49) disela kegiatan Safari Ramadhan 1445 H di Kampung Simpang Perak Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, Rabu (13/3/2024). Pemkab Siak terus berupaya bagaimana menumbuhkan 1.000 UMKM di seluruh Kabupaten Siak, Alfedri menyebutkan sebagai komitmen Pemkab dalam upaya mensejahterakan masyarakat lewat usah mikro.

Kedatangan Alfedri di Rumah Batik Simpeja disambut hangat sang pemilik, Ami. Ia pun menceritakan perjalanannya merintis rumah batik tersebut sejak bertahun-tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Untuk penjualan dan promosi, ia melakukan melalui media sosial, dengan cara memposting setiap motif baru yang keluar dan lewat teman-teman di kampungnya.

“Alhamdulillah batik yang saya buat, memiliki motif tersendiri yaitu motif buah durian dan di ujung kainnya kami letakkan motif perkebunan durian,” ungkapnya saat berdialog bersama Bupati Alfedri, di Kerinci Kanan, Rabu lalu.

Rata-rata untuk penjualan sendiri setiap minggu terjual lima sampai tujuh helai kain. Tapi dalam satu bulan total Ami bisa menjual ratusan bahan batik dengan harga Rp270 ribu per helai.

Rumah Batik Simpeja di kampung Simpang Perak Jaya selain motif khusus, ibu ami juga menjual motif lain diantaranya batik motif abstrak, batik motif daun dan lainnya

Tak mudah mengelola dan mempertahankan usaha rumah batik. Ami mengaku saat ini punya tiga pekerja membuat batik durian, sebelumnya ia memiliki empat anggota. Keterbatasan modal menjadi salah satu tantangannya. Karena itu untuk mendongkrak penjualan Bu Ami memafaatkan sosmed dan mempromosikan ke ponpes-ponpes di sekitaran Kecamatan Kerinci Kanan.

Bupati Alfedri tampak sangat kagum dengan motif batik buatan Rumah Batik Simpeja. Demi mendukung usaha batik di Siak, ia minta dinas terkait untuk promosikan Batik Simpeja Kampung Simpang Perak Jaya milik bu Ami, yang sudah mulai maju, untuk usahanya berkembang butuh tambahan modal usaha.

Ia juga meminta Camat Kerinci Kanan untuk membantu promosi dan juga bantuan modal usaha dengan modal CSR dan lain-lain. Karena menurutnya, perajin batik seperti ibu Ami selain usahanya sudah mulai maju, untuk usahanya berkembang butuh tambahan modal usaha.

“Buk Camat mohon bantu Ibu Ami, bagaimana mempromosikan usahanya dan coba koordinasi ke Dekranasda Kabupaten Siak untuk lebih mengembangkan usaha batik Ibu Ami ini. Sehingga diminati masyarakat lebih luas. Selain itu, harus ada inovasi motif batik dan kualitas bahan dasar batik itu sendiri harus kita perhatikan,” kata Alfedri.(

Batik yang dibuat Ibu Ami ini memiliki motif tersendiri yaitu buah durian dan ada motif lainnya. Tentunya kita mendukung UMKM seperti ini agar ke depan bisa lebih maju lagi Pemkab Siak terus berupaya bagaimana menumbuhkan 1.000 UMKM di seluruh Kabupaten Siak, ini merupakan komitmen kita bagaimana mensejahterakan masyarakat lewat usah mikro,” harap Alfedri. (inf)

 

Pos terkait