Bandara SSK II akan dipindahkan ke Kabupaten Siak

Bupati Siak, Alfedri

SIAK (Outsiders) – Pemerintah Kabupaten Siak menyambut baik rencana pemindahan Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) di wilayah Kabupaten Siak, bandara ini nantinya akan dibangun di perbatasan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.

Bupati Siak, Alfedri mengaku mendukung penuh rencana pemindahan bandara tersebut, pasalnya kondisi bandara saat ini yang berada di pusat kota sudah tidak mungkin untuk dikembangkan, tidak hanya itu, pesatnya pertumbuhan penduduk juga dapat mengancam keselamatan dalam penerbangan.

Bacaan Lainnya

Kata Alfedri, wacana pemindahan bandara SSK II sudah lama direncanakan, bahkan pada 2007 silam sudah dilakukan kajian terkait pemindahan dan penetapan lokasi bandara baru yang akan dilaksanakan Dirjen Perhunungan.

“Sebenarnya, 2007 sudah dilakukan kajian, terkait pemindahan dan penetapan lokasi bandara baru dilaksanakan Dirjen Perhubungan Udara, Kami dan masyarakat Siak tentu menyambut baik, dan mendukung wacana ini,” singkat Alfedri saat di temui di Siak, (22/5/2024).

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak, L Budhi Yuwono menyambut baik dan mendukung penuh rencana pindah bandara (SSK) II ke Kabupaten Siak.

Menurutnya, selain runway yang pendek di tambah bandara berada di tengah kota tidak memungkinkan untuk di pertahankan.

“Pemkab Siak tentu mendukung dan menyambut baik rencana ini. Sebagaimana kajian dan study sudah pernah dilakukan, secara teknis memang lokasi calon bandara pengganti SSK II itu, ada di Kabupaten Siak, karena lebih memenuhi kriteria dibanding calon-calon lokasi lainnya,” sebut Budhi.

Menurutnya, dilihat dari jarak Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau cukup dekat ke Siak, termasuk ditinjau dari pola pemanfaatan ruang udara dan keselamatan penerbangan cukup pas.

“Lokasi yang luas itu ada di wilayah Kabupaten Siak dan berada jauh dari pemukiman penduduk. Kami menyambut baik bila nanti lokasi bandara pengganti SSK II ditetapkan di Kabupaten Siak,” kata dia.

Selain itu, dilihat dari sejarah, sambung Budhi, memang banyak keterkaitan antara bandara SSK II dengan Siak Sri Indrapura karena memang SSK II merupakan pahlawan nasional yang berasal dari Siak Sri Indrapura.

“Jika kita kaitkan dengan history nama SSK II diambil dari nama sultan Siak yang ke 12 Sultan Syarif Kasim merupakan pahlawan nasional yang berasal dari Kabupaten Siak,” singkatnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Pekanbaru membutuhkan bandara baru dengan konsep Aerocity yang luasnya mencapai 10.000 hektar di kawasan Metropolitan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan).

Bandara Aerocity yang dimaksud akan terintegrasi dengan pergudangan, perumahan, terminal antar moda, perkantoran, kawasan industri, dan tempat wisata yang didukung oleh infrastruktur perkotaan modern. (Inf)

Pos terkait