Diskannak Siak terjunkan tim pemeriksaan Antemortem hewan Kurban

Diskannak Siak saat melakukan Pelayanan Terpadu sekaligus melakukan pemeriksaan hewan kurban beberapa waktu lalu. Foto: Outsiders

SIAK (Outsiders) – Menyambut hari raya Idul Adha 1445 Hijriah 17 Juni mendatang, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Siak mulai menurunkan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban di 14 kecamatan.

Sama seperti tahun lalu, perayaan Idul Adha tahun ini Diskannak kembali membentuk tim pemeriksa hewan kurban di setiap kecamatan melalui pemeriksaan antemortem, yakni kesehatan hewan potong sebelum disembelih, yang dilakukan oleh petugas pemeriksa berwenang I dalam hal ini tim terdiri dariĀ  Dokter Hewan, Paramedis Hewan, dan Paramedis Inseminasi.

Bacaan Lainnya

Nantinya tim kecil ini akan melakukan pemeriksaan sebelum pemotongan di wilayahnya masing – masing, pemeriksaan akan menyasar ke sejumlah hewan kurban milik pedagang musiman dan pedagang tetap, juga ke hewan yang dipelihara langsung oleh peternak lokal.

Menurut Kepala Diskannak Siak, Kaharuddin, dibanding tahun lalu, kali ini pemeriksaan dilakukan lebih awal, tindakan ini dilakukan guna mengantisipasi sejak dini penyebaran penyakit menular di wilayah Kabupaten Siak.

Tidak hanya itu, Kaharuddin mengatakan ini juga untuk pencegahan jika seandainya ditemukan kasus zonosis atau penyakit sangat menular seperti PMK dan Jembrana di lapangan, sehingga pihaknya bisa mengatasi sejak awal.

“Jadi selain pencegahan, juga sebagai langkah cepat penanganan, saya berharap tidak ada kasus ya, jadi ternak yang dikonsumsi masyarakat semuanya sehat,” ujar Kaharuddin saat dikonfirmasi.

Kata dia lagi, momen hari raya Idul Adha merupakan saat paling rawan penularan penyakit, sebab lalulintas ternak saat itu sangat ramai, ternak yang tidak diperiksa kesehatannya bisa saja membawa bibit penyakit ke wilayah Kabupaten Siak.

“Paling rawan saat Idul Adha, kita kesulitan melakukan pengawasan ternak yang masuk, karena keterbatasan jumlah petugas,” terangnya

Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir ancaman tersebut, diantaranya melakukan koordinasi dengan pihak kampung (desa), Panitia Kurban di setiap masjid, mushola dan tempat yang dijadikan lokasi pemotongan hewan kurban, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar sadar bahaya yang ditimbulkan jika membeli ternak tanpa diperiksa oleh Dokter Hewan.

“Belilah hewan kurnan yang sudah diperiksa kesehatannya, itu jauh lebih baik, jangan sampai niat ibadah tapi nanti ternaknya berpenyakit dan menularkan ke ternak lokal, saya berharap masyarakat bisa memahaminya,” tutupnya. (Inf)

Pos terkait