Siak (Outsiders) – Kabupaten Siak dijadwalkan mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Santri pada peringatan Hari Santri Nasional tingkat kabupaten di Lapangan Tugu, depan Istana Siak, Jumat (23/10/2026). Sekitar 4.500 santriwan dan santriwati dari pondok pesantren se-Kabupaten Siak diperkirakan mengikuti kegiatan tersebut.
Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan, deklarasi Kabupaten Santri harus diikuti perhatian berkelanjutan terhadap pendidikan pesantren, pembinaan akhlak, serta peran kiai, ustaz, dan ustazah dalam mendidik generasi muda.
“Kita ingin Siak menjadi Kabupaten Santri, semangat itu harus kita hidupkan bersama. Bukan hanya pada saat Hari Santri, tetapi juga melalui perhatian kepada pondok pesantren, para kiai, ustaz dan ustazah, serta pendidikan karakter anak-anak kita,” demikian pesan yang ingin ditegaskan Afni dalam momentum tersebut.
Persiapan peringatan Hari Santri dimatangkan melalui rapat final yang dipimpin Afni bersama Wakil Bupati Siak Syamsurizal di Zamrud Room, Kompleks Rumah Rakyat, Selasa (20/10/2026).
Rapat yang dikoordinasikan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Siak itu membahas kesiapan upacara, kirab santri, perlombaan, pemondokan, dan pelayanan peserta.
Dengan perkiraan kehadiran 4.500 santri, Afni meminta panitia memastikan ketersediaan tempat menginap, fasilitas ibadah, kamar mandi, tempat wudu, serta transportasi. Lokasi pemondokan diupayakan berada dekat pusat kegiatan untuk memudahkan mobilitas peserta, terutama yang datang dari kecamatan jauh.
“Jangan jauh-jauh lah dari kompleks ini supaya tidak perlu mereka jalan lagi,” ujar Afni saat membahas lokasi pemondokan.
Pemkab Siak juga merencanakan transportasi gratis menggunakan odong-odong milik pemerintah daerah. Panitia diminta memastikan jumlah peserta dari setiap pondok pesantren agar kebutuhan transportasi dan fasilitas dapat disesuaikan.
Afni meminta upacara berlangsung sederhana, tertib, dan tepat waktu. Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WIB dan ditargetkan selesai pukul 09.30 WIB, sebelum dilanjutkan dengan kirab santri.
“Pokoknya 8.30 sudah langsung mulai,” tegasnya. Ia meminta jadwal tersebut disampaikan kepada seluruh pimpinan pondok pesantren agar peserta hadir sesuai waktu yang ditetapkan.
Rangkaian peringatan juga akan diisi perlombaan bidang keagamaan, bahasa, dan olahraga. Kegiatan yang direncanakan antara lain cerdas cermat atau pemahaman Al-Qur’an serta pidato dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab.
Melalui deklarasi tersebut, Pemkab Siak ingin menegaskan komitmen terhadap pendidikan pesantren dan pembinaan karakter generasi muda. Namun, pelaksanaan deklarasi pada Jumat (23/10/2026) masih merupakan agenda yang dijadwalkan berdasarkan hasil persiapan panitia.





