KKN Internasional, 70 Mahasiswa UIP Resmi Berangkat ke West Sepik PNG

PLBN Skouw memfasilitasi keberangkatan 70 mahasiswa Universitas Internasional Papua untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata di lima kampung wilayah West Sepik, Papua Nugini, Senin (8/12/2025)

PLBN Skouw menjadi titik awal pelepasan 70 mahasiswa UIP yang akan melakukan KKN di Papua Nugini sebagai bagian dari penguatan hubungan masyarakat perbatasan.

Skouw (Outsiders) – Badan Nasional Pengelola Perbatasan melalui PLBN Skouw memfasilitasi keberangkatan 70 mahasiswa Universitas Internasional Papua untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata di lima kampung wilayah West Sepik, Papua Nugini, Senin (8/12/2025) .

Bacaan Lainnya

Wakil Rektor UIP membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada BNPP dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan KKN lintas negara tersebut. Ia menyebut kegiatan itu sebagai kesempatan pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai dinamika kehidupan masyarakat di perbatasan dua negara.

Sebelum melintas, para mahasiswa menjalani pemeriksaan dokumen perjalanan serta pengecekan barang bawaan di konter Imigrasi dan Bea Cukai. Proses perlintasan berjalan sesuai standar pelayanan lintas negara. Pelepasan berlangsung di Area Parkir VIP PLBN Skouw pada pukul 10.00 WIT.

Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa Jayaningsih, mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya penyesuaian diri dengan budaya lokal serta menjaga nama baik Indonesia selama berada di wilayah Papua Nugini. “Saya berharap para mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan budaya masyarakat Papua Nugini, menjaga sikap sebagai warga Indonesia, dan tetap memperhatikan ketentuan mengenai barang bawaan saat kembali ke Indonesia nanti,” ujar Ni Luh Puspa.

Perwakilan Pemerintah West Sepik, Mr. Ronald, menyatakan dukungan penuh atas pelaksanaan program ini. “Pemerintah West Sepik menyambut baik pelaksanaan program KKN ini. Kegiatan ini dipandang sebagai langkah positif dalam memperkuat hubungan masyarakat di kawasan perbatasan serta mendorong kerja sama pendidikan antara Papua dan Papua Nugini,” katanya.

Gubernur West Sepik, Mr. Tony Wou Wou, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif KKN tersebut yang dinilai memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan generasi muda serta hubungan bilateral kedua wilayah.

Direktur Yayasan Mega Edukasi Papua, Samuel Tabuni, menyampaikan penghargaan kepada lima kepala kampung yang menerima mahasiswa serta kepada PLBN Skouw atas dukungan penuh terhadap kelancaran perlintasan rombongan. “Program ini dapat berjalan karena dukungan semua pihak, dan fasilitasi dari PLBN serta BNPP sangat penting untuk memastikan kelancaran kegiatan,” ujar Samuel.

Kegiatan pelepasan ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Papua, akademisi UNIPA International, unsur keamanan, jajaran PLBN Skouw, serta perwakilan resmi Pemerintah West Sepik termasuk para kepala kampung penerima mahasiswa.

Setelah kegiatan pelepasan, rombongan mahasiswa dan dosen pendamping bergerak menuju Pos Perbatasan Papua Nugini untuk proses pemeriksaan lanjutan sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi KKN.

Melalui kegiatan ini, BNPP menegaskan bahwa PLBN Skouw tidak hanya menjadi pintu gerbang negara, tetapi juga berperan sebagai simpul pendukung kegiatan masyarakat dan kerja sama lintas batas khususnya di bidang pendidikan dan sosial.

 

Pos terkait