Maluku (Outsiders) – Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 sebagai upaya menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan terpencil di Provinsi Maluku.
Program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga kedaulatan rupiah sekaligus memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat yang berada di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan keuangan formal.
Melalui ekspedisi ini, distribusi uang tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga simbol kehadiran negara di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.
Dalam pelaksanaannya, TNI AL berperan penting dalam mobilisasi armada laut serta pengamanan jalur distribusi menuju pulau-pulau terpencil. Sinergi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan program, mengingat tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau.
Selain distribusi uang rupiah, kegiatan ini juga diisi dengan layanan penukaran uang, edukasi keuangan, serta kampanye cinta dan bangga rupiah kepada masyarakat setempat.
Bank Indonesia menegaskan bahwa ekspedisi ini merupakan langkah strategis untuk mencegah dominasi penggunaan mata uang asing di wilayah perbatasan sekaligus memperkuat sistem ekonomi nasional dari sisi paling luar.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan negara, tidak hanya dari aspek pertahanan, tetapi juga melalui stabilitas dan kepercayaan terhadap mata uang rupiah di seluruh pelosok negeri.





