Pekanbaru (Outsides) – Bagi pemilik kucing, suara cakaran di sofa, dinding berlapis wallpaper, karpet atau perabot kayu mungkin sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Kebiasaan tersebut sering dianggap sebagai perilaku merusak, terutama ketika kucing justru mengabaikan scratching post yang sudah dibeli.
Namun, menggaruk merupakan perilaku normal pada kucing. Riset menunjukkan kucing memilih tempat tertentu bukan secara acak. Tekstur permukaan, posisi, kestabilan benda, lokasi serta kebiasaan individu ikut menentukan pilihan.
Salah satu survei terhadap 4.331 pemilik kucing dari 39 negara menemukan kucing menggunakan berbagai material untuk menggaruk, termasuk tali atau sisal, kardus, karpet dan kayu. Tali menjadi salah satu material yang paling sering digunakan ketika tersedia. Kucing juga lebih sering menggunakan tiang garukan yang kokoh, berdiri vertikal dan cukup tinggi untuk memungkinkan tubuhnya meregang.
Bukan Kebiasaan Merusak
Menggaruk memiliki sejumlah fungsi bagi kucing. Aktivitas tersebut membantu melepaskan selubung kuku lama, menjaga kondisi kuku, meregangkan tubuh serta melatih otot kaki depan dan tubuh bagian belakang.
Cakaran juga berkaitan dengan komunikasi. Ketika kucing menggaruk suatu permukaan, bekas cakaran menjadi tanda visual. Aktivitas tersebut juga dapat meninggalkan sinyal kimia dari kelenjar yang terdapat di sekitar telapak kaki.
Karena itu, menggaruk merupakan bagian dari perilaku alami kucing, bukan sekadar kebiasaan buruk yang muncul karena kucing ingin merusak barang di rumah.
Mengapa Sofa Sering Jadi Sasaran?
Sofa memiliki karakteristik yang disukai sebagian kucing. Permukaannya memberikan tahanan ketika dicakar, sementara bahan kain memungkinkan kuku mencengkeram permukaan.
Penelitian terhadap kucing rumahan juga menemukan adanya perbedaan ketertarikan terhadap berbagai material scratching. Dalam penelitian terhadap 36 kucing dewasa, kardus berdiri menjadi salah satu pilihan yang disukai. Kucing juga lebih banyak berinteraksi dan menggaruk material tali serta kardus dibandingkan kain sofa yang digunakan dalam penelitian.
Artinya, ketika kucing menggaruk sofa, bukan berarti ia secara khusus memilih sofa sebagai benda yang harus dirusak. Bisa jadi sofa memenuhi beberapa karakteristik fisik yang memang dicari kucing.
Kenapa Kayu dan Wallpaper Ikut Dicakar?
Kayu memiliki permukaan yang dapat memberikan tahanan terhadap kuku. Bagi kucing tertentu, karakter seperti itu membuat kayu menarik untuk dicakar.
Wallpaper juga dapat menjadi sasaran karena permukaannya memberikan sensasi berbeda ketika disentuh dan dicakar. Bagian wallpaper yang sudah terkelupas bahkan dapat semakin menarik perhatian karena kuku lebih mudah mencengkeram dan menarik material tersebut.
Namun, belum ada bukti kuat bahwa semua kucing memiliki preferensi khusus terhadap wallpaper. Pilihan material sangat individual.
Riset menunjukkan kucing dapat memiliki preferensi berbeda terhadap karpet, kayu, kardus, tali maupun material lainnya. Karena itu, pemilik perlu mengamati benda dan permukaan yang paling sering dipilih kucing sebelum menentukan scratching post yang tepat.
Lokasi Sama Pentingnya dengan Material
Kesalahan yang sering dilakukan pemilik adalah menempatkan scratching post jauh dari tempat kucing biasa beraktivitas.
Padahal, lokasi menjadi salah satu faktor penting. Penelitian terbaru terhadap 1.797 pemilik kucing menemukan aktivitas menggaruk banyak terjadi di sekitar tempat kucing beristirahat, ruang keluarga dan kamar tidur. Aktivitas tersebut juga sering muncul ketika kucing bangun tidur, menyambut pemilik atau memasuki dan meninggalkan ruangan.
Karena itu, scratching post yang diletakkan di sudut rumah yang jarang dilewati belum tentu menarik perhatian kucing.
Pemilik sebaiknya menempatkan scratching post di dekat lokasi yang memang sudah menjadi pilihan kucing. Jika kucing selalu menggaruk sisi sofa tertentu, misalnya, scratching post dapat diletakkan di dekat area tersebut.
Scratching Post Tidak Harus Mahal
Pemilik kucing tidak harus membeli perlengkapan mahal untuk memenuhi kebutuhan menggaruk. Yang lebih penting adalah menyesuaikan material dan bentuk dengan kebiasaan kucing.
Jika kucing menyukai permukaan vertikal, sediakan scratching post tegak. Jika lebih menyukai permukaan datar, gunakan scratching pad horizontal.
Ukuran juga perlu diperhatikan. Tiang yang terlalu pendek dapat membuat kucing tidak dapat meregangkan tubuh secara penuh. Sejumlah panduan perilaku kucing merekomendasikan tiang vertikal yang cukup tinggi sehingga kucing dapat berdiri dengan kaki belakang sambil meregangkan kaki depan. Tiang juga harus stabil agar tidak mudah roboh ketika digunakan.
Material dapat dicoba secara bertahap, misalnya sisal, kardus, karpet atau kayu. Jika kucing tidak tertarik, jangan langsung menyimpulkan scratching post tersebut tidak berguna. Bisa jadi material, posisi atau orientasinya tidak sesuai dengan preferensi kucing.
Jangan Menghukum Kucing
Ketika kucing mencakar sofa, respons pertama pemilik sering kali adalah memarahi atau mengusirnya.
Cara tersebut tidak selalu menyelesaikan masalah. Sebuah survei menemukan bahwa pemberian hukuman tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap frekuensi kucing menggaruk benda yang dianggap tidak sesuai.
Pendekatan yang lebih efektif adalah menyediakan alternatif yang sesuai dengan kebutuhan kucing.
Pemilik dapat mengarahkan perhatian kucing ke scratching post, memberikan pujian atau hadiah ketika kucing menggunakannya, serta menempatkan fasilitas tersebut di dekat lokasi yang sebelumnya sering dicakar.
Area yang menjadi sasaran juga dapat dilindungi sementara selama kucing dibiasakan menggunakan tempat baru.
Apakah Kucing Menggaruk Karena Stres?
Menggaruk kadang dikaitkan dengan stres atau kecemasan. Namun, penelitian terbaru memberikan gambaran yang lebih kompleks.
Studi tahun 2025 terhadap 1.797 pemilik kucing menemukan bahwa perilaku menggaruk banyak terjadi pada situasi yang berkaitan dengan aktivitas positif, seperti setelah tidur, menyambut pemilik serta saat berada di area tempat kucing biasa beraktivitas.
Temuan tersebut menantang anggapan bahwa perilaku menggaruk selalu merupakan tanda stres atau penandaan wilayah akibat kondisi negatif.
Meski demikian, perubahan perilaku tetap perlu diperhatikan. Jika frekuensi menggaruk berubah drastis disertai perubahan perilaku lain, pemilik sebaiknya mengamati kondisi lingkungan dan kesehatan kucing.
Cara Membuat Kucing Berhenti Menggaruk Sofa
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dicoba cat lover:
- Amati permukaan favoritnya. Perhatikan apakah kucing lebih suka kain, kayu, karpet, kardus atau sisal.
- Perhatikan arah cakaran. Jika kucing menggaruk sofa secara vertikal, sediakan scratching post vertikal. Jika menggaruk karpet, coba scratching pad horizontal.
- Pilih tempat yang strategis. Letakkan scratching post dekat sofa atau lokasi lain yang sering dicakar.
- Pastikan tidak mudah roboh. Kucing cenderung lebih nyaman menggunakan fasilitas yang stabil.
- Pilih ukuran yang memungkinkan tubuh meregang. Tiang yang terlalu pendek bisa kurang menarik.
- Sediakan lebih dari satu pilihan. Kucing dapat memiliki preferensi berbeda terhadap material dan bentuk.
- Berikan penghargaan ketika digunakan. Pujian atau makanan favorit dapat membantu membangun kebiasaan baru.
- Jangan menghukum. Menghardik atau menghukum kucing tidak menghilangkan kebutuhan alaminya untuk menggaruk.
- Lindungi sementara benda yang menjadi sasaran. Tujuannya memberi waktu bagi kucing untuk beralih ke tempat yang disediakan.
Pada akhirnya, kunci menghadapi kebiasaan menggaruk bukan berusaha menghilangkan perilakunya, melainkan menyediakan tempat yang tepat untuk menyalurkan perilaku tersebut.
Bagi cat lover, memahami alasan di balik cakaran kucing dapat membuat hubungan dengan hewan peliharaan menjadi lebih mudah. Sofa, wallpaper dan perabot rumah memang bisa menjadi korban, tetapi perilaku menggaruk sendiri merupakan bagian normal dari kehidupan kucing.
Tugas pemilik adalah mencari tahu permukaan, bentuk dan lokasi yang paling disukai, kemudian menyediakan alternatif yang lebih menarik daripada perabot rumah.





