Bukan cuma manusia yang merasakan panas. Kucing juga bisa mengalami stres panas, dehidrasi hingga heatstroke ketika suhu lingkungan meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian terutama saat periode kering yang berkaitan dengan fenomena El Nino.
Bagi seekor kucing, tidur berjam-jam di lantai yang dingin atau mencari tempat teduh bukan sekadar kebiasaan lucu. Ketika cuaca semakin panas, perilaku tersebut bisa menjadi cara tubuhnya mencari kondisi yang lebih nyaman.
Fenomena El Nino dapat memperbesar risiko kondisi kering di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa saat El Nino terjadi, pertumbuhan awan bergeser dari Indonesia ke wilayah Pasifik sehingga curah hujan di Indonesia cenderung berkurang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan.
Dalam kondisi tertentu, periode kering juga dapat membuat lingkungan terasa lebih panas dan meningkatkan tantangan bagi hewan peliharaan untuk mempertahankan suhu tubuh.
Data BMKG menunjukkan gambaran penting. Suhu udara rata-rata Indonesia pada 2024 mencapai 27,5 derajat Celsius, atau 0,8 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode normal 1991-2020 yang sebesar 26,7 derajat Celsius. BMKG mencatat 2024 sebagai tahun terpanas Indonesia sejak 1981 berdasarkan data 117 stasiun pengamatan. Namun, panas tidak selalu berarti gelombang panas.
BMKG menegaskan bahwa karakter Indonesia sebagai negara kepulauan membuat fenomena heatwave memiliki karakter berbeda dibandingkan wilayah daratan Asia. Pada 2024, misalnya, BMKG menjelaskan bahwa suhu permukaan Indonesia diprediksi lebih hangat dari normal, tetapi kemungkinan terjadinya heatwave di Indonesia relatif kecil. Meski demikian, bagi kucing, lingkungan yang panas tetap perlu diperhatikan.
Kucing Tidak Berkeringat Seperti Manusia
Tubuh kucing memiliki mekanisme sendiri untuk mengatur suhu. Kucing memang mempunyai kelenjar keringat pada telapak kaki, tetapi perannya dalam mendinginkan tubuh relatif kecil.
Menurut Merck Veterinary Manual, kucing terutama membantu mengatur suhu tubuh melalui grooming, yaitu menjilati bulu dan menyebarkan saliva pada tubuh. Kucing juga dapat menggunakan panting dan drooling ketika mengalami panas.
Karena itu, jangan menganggap kucing yang terengah-engah sebagai kondisi normal seperti anjing setelah beraktivitas.
Cornell University College of Veterinary Medicine menyebut panting berlebihan pada kucing sebagai salah satu tanda heatstroke. Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah air liur berlebihan, muntah, diare, lemah hingga kolaps.
Dengan kata lain, ketika kucing tiba-tiba bernapas cepat dengan mulut terbuka saat berada dalam kondisi panas, pemilik sebaiknya tidak menunggu terlalu lama.
Mengapa Panas Bisa Berbahaya?
Masalah utama bukan sekadar rasa tidak nyaman. Panas berlebihan dapat mengganggu kemampuan tubuh mempertahankan suhu normal.
Dehidrasi memperburuk persoalan tersebut. Cornell menjelaskan bahwa air berperan penting dalam pengaturan suhu tubuh. Kekurangan cairan dapat menyebabkan gangguan sirkulasi, mengganggu kemampuan tubuh mengontrol suhu, bahkan berkontribusi terhadap gangguan fungsi organ.
Itulah sebabnya kucing yang berada di lingkungan panas harus memiliki akses terhadap air bersih sepanjang waktu.
Kucing yang tinggal di rumah pun tidak otomatis aman. Ruangan dengan sirkulasi udara buruk, atap yang menyimpan panas, atau ruangan yang tertutup sepanjang hari dapat membuat suhu mikro di dalam rumah jauh lebih tidak nyaman.
Risiko juga meningkat ketika kucing terperangkap di tempat tertutup seperti gudang, garasi, rumah kaca atau bangunan lain yang panas. Cornell secara khusus mengingatkan pemilik agar memeriksa tempat-tempat tersebut untuk memastikan kucing tidak terjebak ketika suhu ekstrem terjadi.
Jangan Tunggu Sampai Kucing Terengah-engah
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan pemilik ketika cuaca panas. Pertama, pastikan air minum selalu tersedia. Jika kucing cenderung malas minum, sebagian kucing dapat lebih tertarik pada air yang mengalir, misalnya dari cat fountain.
Kedua, sediakan tempat teduh dan memiliki sirkulasi udara baik. Kucing sebaiknya memiliki pilihan untuk berpindah dari area panas menuju tempat yang lebih sejuk.
Ketiga, kurangi aktivitas di luar rumah ketika suhu sedang tinggi. Waktu pagi atau sore yang lebih sejuk dapat menjadi pilihan apabila kucing memang terbiasa beraktivitas di luar.
Keempat, perhatikan permukaan lantai di luar rumah. Aspal, beton dan permukaan lain yang terkena matahari dapat menjadi sangat panas dan berisiko melukai telapak kaki. Bantalan kaki kucing memang membantu melindungi telapak dari lingkungan, tetapi tetap dapat mengalami luka akibat suhu ekstrem.
Pemilik juga dapat menyediakan cooling mat atau area dingin yang aman. Cornell menyarankan penggunaan cooling mat atau membuat area sejuk dengan ice pack yang dibungkus kain sehingga tidak bersentuhan langsung dengan tubuh kucing.
Ketika Kucing Mulai Menunjukkan Tanda Bahaya
Hal paling penting adalah mengenali perubahan perilaku. Kucing yang mengalami heatstroke dapat menunjukkan kelemahan, kolaps, panting berlebihan, air liur berlebihan, muntah atau diare. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi keadaan yang mengancam nyawa.
Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera pindahkan kucing ke tempat yang lebih sejuk dan berventilasi. Cornell menyarankan membasahi bulu secara perlahan menggunakan air sejuk, bukan air yang sangat dingin, kemudian segera menghubungi dokter hewan.
Merck Veterinary Manual juga mengingatkan agar hewan yang mengalami overheating tidak direndam dalam air dingin karena pendinginan yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah perifer dan justru menghambat pelepasan panas dari tubuh. Jadi, jangan menunggu kucing sampai kehilangan kesadaran.
El Nino dan Pesan untuk Cat Lovers
El Nino memang bukan satu-satunya penyebab suhu panas. Suhu lingkungan dipengaruhi banyak faktor, termasuk musim, kondisi atmosfer, kelembapan, sirkulasi udara dan perubahan iklim.
Namun, El Nino dapat mengubah pola hujan Indonesia dan meningkatkan risiko kondisi kering. Ketika periode kering bertemu dengan lingkungan rumah yang panas, kurang ventilasi dan akses air yang terbatas, kucing menghadapi kondisi yang lebih berat untuk mempertahankan keseimbangan suhu dan cairan tubuh.
Karena itu, menghadapi cuaca panas bukan hanya soal membuat rumah nyaman bagi manusia.
Kucing juga membutuhkan air, udara yang bergerak, tempat teduh dan kesempatan untuk mencari area yang lebih sejuk.
Dan satu hal yang tidak kalah penting: jangan abaikan panting pada kucing.
Jika anjing terengah-engah setelah bermain mungkin terlihat biasa, kucing yang tiba-tiba bernapas dengan mulut terbuka dalam kondisi panas justru perlu mendapat perhatian serius.
Bagi cat lovers, memahami tanda-tanda tersebut bisa menjadi langkah kecil yang menyelamatkan nyawa. Saat matahari sedang terik dan udara terasa menyengat, biarkan si meong memilih tempat paling nyaman untuk mendinginkan tubuhnya. Tugas pemilik adalah memastikan tempat itu aman, teduh dan memiliki cukup air.





