Razia Lapas Pekanbaru Temukan 154 Barang Terlarang, 100 WBP Negatif Narkoba

Pengamanan Lapas Kelas IIA Pekanbaru diperketat melalui razia gabungan yang menyasar kamar hunian WBP, Rabu (23/9/2026) malam. Petugas menemukan 154 barang terlarang dan memusnahkan seluruh hasil sitaan.

Pekanbaru (Outsiders) – Razia gabungan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru menemukan 154 barang terlarang dari kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rabu (23/9/2026) malam. Dalam kegiatan yang sama, 100 WBP juga menjalani tes urine dan seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.

Razia melibatkan personel Brimob, Polres, Polsek, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan diawali apel gabungan sebelum petugas melakukan penggeledahan di blok hunian.

Sekitar pukul 19.00 WIB, WBP diarahkan keluar dari kamar masing-masing untuk menjalani pemeriksaan badan. Petugas kemudian menyisir kamar dan lingkungan blok hunian untuk mencari barang yang dilarang berada di dalam lapas.

Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Nimrot Sihotang, mengatakan petugas juga memberikan sosialisasi mengenai larangan penggunaan narkoba, handphone ilegal hingga praktik penipuan online.

“Saat penggeledahan, petugas lainnya melakukan penyisiran untuk mencari barang terlarang di blok hunian,” kata Nimrot, Kamis (24/9/2026).

Dari penggeledahan tersebut, petugas menemukan berbagai barang yang dilarang berada di kamar hunian. Barang tersebut meliputi 23 sendok, 18 pisau cukur, gunting kuku, delapan gunting, dua hektar, enam potongan kaca, lima tali pinggang, dan tujuh senjata tajam (sajam) rakitan.

Petugas juga menemukan 13 potongan besi, 34 mancis, empat elemen, enam colokan sambung, 10 botol parfum, lima kabel bekas, satu spatula, satu tali tembaga, dan satu kompor listrik.

“Totalnya ada 154 barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian, dengan berbagai jenis dan selanjutnya dilakukan pemusnahan,” ujar Nimrot.

Seluruh barang hasil razia kemudian dimusnahkan untuk mencegah kembali digunakan oleh warga binaan.

Setelah penggeledahan, petugas melanjutkan kegiatan dengan tes urine terhadap 100 WBP yang dipilih secara acak. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh WBP yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba. “Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif mengandung narkoba,” ujar Nimrot.

Pos terkait