Bundaran Depan Mal Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya Jepang Tanpa Gunakan APBD

ilustrasi ~ Gemini-Google

Pekanbaru (Outsiders)  – Persimpangan di depan Mal Pekanbaru (MP), Jalan Jenderal Sudirman, bakal tampil dengan wajah baru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan penataan kawasan tersebut dengan konsep modern yang mengadopsi tampilan persimpangan Shibuya di Jepang.

Penataan bundaran itu ditargetkan rampung pada akhir 2026. Menariknya, pembenahan kawasan tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan mendapat dukungan dari pihak Mal Pekanbaru.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, penataan dilakukan untuk mempercantik kawasan sekaligus membenahi fungsi lalu lintas di persimpangan Jalan Jenderal Sudirman tersebut.

“Itu kita bangun satu lagi di simpang depan MP. Itu akan kita baguskan. Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai,” kata Agung, Senin (2/11/2026).

Dalam rencana penataan tersebut, Pemko Pekanbaru akan memperlebar area putaran balik kendaraan atau U-turn. Pos polisi yang berada di sekitar persimpangan juga akan dimundurkan dan ditata ulang agar kawasan terlihat lebih rapi.

Selain itu, pemerintah kota berencana membangun pos Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mendukung pengawasan ketertiban umum. Pos tersebut diharapkan membantu penanganan persoalan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), gelandangan, dan pengemis yang kerap ditemukan di kawasan itu.

Konsep modern juga akan ditampilkan melalui pemasangan videotron. Bank Mandiri yang berada tidak jauh dari persimpangan tersebut disebut turut menyiapkan fasilitas serupa.

Agung mengatakan, Jalan Jenderal Sudirman ke depan diarahkan menjadi kawasan yang lebih modern dengan mengurangi penggunaan baliho konvensional berangka besi dan menggantinya dengan videotron.

“Konsepnya seperti persimpangan Shibuya di Jepang, karena ada videotron. Nanti Bank Mandiri di dekat simpang itu juga menyiapkan videotron. Jadi, Jalan Sudirman tidak ada lagi menggunakan baliho yang pakai besi, semuanya sudah menggunakan videotron,” ujarnya.

Agung mengapresiasi keterlibatan pihak swasta dalam penataan kawasan tersebut. Menurutnya, partisipasi pelaku usaha dapat membantu pembenahan wajah kota tanpa membebani anggaran pemerintah daerah.

“Ini tanpa APBD, dibantu oleh Mal Pekanbaru. Kita berterima kasih banyak kepada pihak yang ikut antusias. Mereka ingin kawasan di depan tempat usaha mereka terlihat bagus, sehingga tertarik untuk ikut membenahinya,” kata Agung.

Pos terkait