Peaknarbu (Outsiders) – Hujan ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur sejumlah wilayah Riau hampir sepanjang Rabu (9/9/2026), dengan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di delapan wilayah. Di tengah peluang hujan tersebut, kualitas udara Pekanbaru masih berada dalam kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 93,5 mikrogram per meter kubik, meski jumlah hotspot Riau turun dari 170 menjadi 150 titik.
Data pemantauan kualitas udara BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru masih berada pada level yang masuk kategori tidak sehat. Pemantauan IQAir juga menunjukkan kondisi serupa, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 93,5 mikrogram per meter kubik.
Cek Kondisi PM2.5 secara berkala pada link berikut: | AQICN | IQAir | BMKG |
Sementara itu, pemantauan AQICN juga menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori tidak sehat. Data AQICN yang tersedia merupakan pembaruan lebih awal dibandingkan pemantauan BMKG dan IQAir. Kondisi tersebut terjadi ketika peluang hujan cukup tinggi di sejumlah wilayah Riau.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan hujan berpotensi terjadi mulai pagi hingga malam hari dengan wilayah yang berbeda-beda.
“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai pada pagi, siang, sore hingga malam hari,” ujar Ranti Kurniati dalam informasi prakiraan cuaca Riau, Rabu (9/9/2026).
Pada pagi hari, udara diprakirakan kabur hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai.
Memasuki siang hari, udara diprakirakan kabur hingga cerah berawan. Hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Dumai, dan Pekanbaru.
Pada sore hingga malam hari, hujan kembali berpeluang terjadi di Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai.
Sedangkan pada dini hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Dumai.
BMKG memperkirakan suhu udara Riau berada pada kisaran 23-34 derajat Celsius dengan kelembapan 50-100 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam. Kondisi angin dan hujan akan turut memengaruhi perkembangan konsentrasi partikulat di udara. Di sisi lain, jumlah titik panas atau hotspot di Riau mengalami penurunan.
Hingga pukul 23.00 WIB, terpantau 150 hotspot di Riau. Jumlah tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 170 titik. Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 66 titik. Berikutnya Bengkalis 26 titik dan Indragiri Hilir 17 titik.
Hotspot lainnya terpantau di Siak 10 titik, Dumai sembilan titik, Pelalawan delapan titik, Kuantan Singingi tujuh titik, Kampar tiga titik, Rokan Hilir dua titik, serta Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing satu titik.
Secara keseluruhan, terdapat 1.607 hotspot di wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, mencapai 1.038 titik, disusul Jambi 135 titik dan Lampung 73 titik.
Meski jumlah hotspot Riau menurun dan peluang hujan cukup tinggi, kualitas udara Pekanbaru masih berada dalam kategori tidak sehat. Perubahan kualitas udara sepanjang hari akan sangat dipengaruhi oleh kondisi hujan, arah dan kecepatan angin, serta perkembangan sumber partikulat di wilayah Riau.
Jika hujan turun di wilayah Pekanbaru dengan intensitas dan durasi yang cukup, konsentrasi partikulat berpeluang menurun. Namun, selama kondisi udara masih kabur dan PM2.5 berada pada level tinggi, masyarakat tetap perlu mewaspadai kualitas udara, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5-1,25 meter atau masih dalam kategori rendah.





