Siak (Outsiders) – Kerusakan parah dua ruas jalan di Kabupaten Siak akhirnya mendapat perhatian bersama. Pemerintah kabupaten menggandeng 11 perusahaan untuk menangani jalan Tumang-Muara Kelantan dan Simpang KITB-Sungai Rawa dengan total panjang penanganan hampir 30 kilometer.
Kesepakatan kerja sama antara Pemkab Siak dan perusahaan ditandatangani di Ruang Rapat Zamrud, Komplek Rumah Rakyat, Senin (31/8/2026).
Pada tahap awal, penanganan menyasar Ruas Tumang-Muara Kelantan di Kecamatan Sungai Mandau dan Ruas Simpang KITB-Sungai Rawa di Kecamatan Sungai Apit.
Ruas Tumang-Muara Kelantan dengan nomor ruas 140512001 mendapat penanganan sepanjang sekitar 23,3 kilometer. PT RAPP menangani 11,7 kilometer, sedangkan PT SSL menangani 11,6 kilometer.
Sementara itu, Ruas Simpang KITB-Sungai Rawa dengan nomor ruas 140505030 memiliki panjang penanganan 6,44 kilometer. Perbaikan ruas tersebut melibatkan sembilan perusahaan, dengan sekitar 58 persen kontribusi penanganan berasal dari PT Eka Sapta Paramita Energi.
Perusahaan lain yang turut terlibat yakni PT Besti, PT JPJ, PT RSB, PT SKY, PT IGE, PT ZAI, PT BFI dan PT Triomass FDI.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang layak.
“Alhamdulillah setelah beberapa bulan kita intens berkomunikasi, hari ini kita sampai pada penandatanganan MOU. Ini progres yang patut kita syukuri bersama,” ujar Afni.
Menurut Afni, pemeliharaan jalan kabupaten secara hukum merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, keterbatasan anggaran membuat Pemkab Siak perlu membangun kolaborasi dengan pihak swasta.
“Kami memiliki tanggung jawab terhadap hampir 1.500 kilometer jalan kabupaten. Sementara untuk membangun satu kilometer jalan aspal dibutuhkan Rp4-5 miliar, dan jalan beton Rp7-10 miliar. Dengan kondisi anggaran saat ini, kita harus mencari jalan keluar bersama,” jelasnya.
Afni menyebut kondisi Ruas Tumang-Muara Kelantan dan Ruas Simpang KITB-Sungai Rawa sudah sangat memprihatinkan. Tingginya mobilitas kendaraan di kedua ruas tersebut turut mempercepat kerusakan jalan.
“Ruas Tumang-Muara Kelantan dan Simpang KITB-Sungai Rawa luar biasa parahnya. Kita tidak bisa hanya mengeluh. Karena itu kami mengapresiasi perusahaan yang hari ini bersedia ikut membantu,” katanya.
Ia menegaskan kontribusi perusahaan dalam kerja sama tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Bantuan diwujudkan melalui pekerjaan fisik untuk memperbaiki jalan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Yang Bapak dan Ibu berikan akan langsung dinikmati oleh rakyat dalam bentuk jalan yang diperbaiki. InsyaAllah ini menjadi keberkahan dan amal jariyah bagi perusahaan,” ungkapnya.
Afni berharap pola kerja sama antara pemerintah dan perusahaan tersebut dapat menjadi model berkelanjutan untuk mempercepat penanganan infrastruktur di Kabupaten Siak.
Ia juga memastikan pemerintah daerah memberikan jaminan keamanan serta tidak akan melakukan pungutan liar terhadap perusahaan yang berinvestasi maupun berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Silakan laporkan jika ada oknum yang mengganggu. Di Siak tidak ada cerita setoran atau pungli. Kita jamin rasa aman untuk berusaha,” tegasnya.
Afni mengatakan Pemkab Siak tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Doakan Siak semakin maju. Ini tanggung jawab kami. Mudah-mudahan ke depan kami yang akan mengaspal dan menuntaskan pembangunan jalan untuk masyarakat,” sambungnya.





