Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Siak Bisa Mendadak PJJ? Ini Penjelasan Bupati

Siak (Outsiders) — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memengaruhi aktivitas pendidikan di Kabupaten Siak, Riau. Pemerintah daerah tidak langsung meliburkan seluruh sekolah, tetapi membuka kemungkinan pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika kualitas udara di suatu kecamatan masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Kebijakan ini membuat kegiatan belajar mengajar di Siak tidak lagi ditentukan secara seragam. Sekolah di satu kecamatan bisa tetap menggelar pembelajaran tatap muka, sementara sekolah di wilayah lain dapat diminta menghentikannya dan beralih ke PJJ.

Bacaan Lainnya

Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di masing-masing kecamatan. Pemerintah tidak ingin menerapkan kebijakan yang sama untuk seluruh wilayah karena kondisi kabut asap dapat berbeda akibat arah angin dan pergerakan asap.

“Jadi tidak semua kecamatan langsung menerapkan kegiatan pendidikan secara PJJ. Kami melihat kondisi kualitas udara di kecamatan tersebut,” kata Afni dalam amanat saat apel di halaman Masjid Islamic Center Siak, Rabu (26/8/2026).

Afni menjelaskan, kelompok belajar dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk sementara diliburkan di seluruh kecamatan. Sementara untuk jenjang SD dan SMP sederajat, pembelajaran jarak jauh hanya diberlakukan di wilayah yang kualitas udaranya dinilai sudah tidak aman untuk kegiatan belajar tatap muka.

Dengan demikian, status sekolah dapat berubah mengikuti perkembangan kualitas udara. Pemkab Siak akan memantau kondisi tersebut dan mempublikasikan informasi kualitas udara setiap pukul 16.00 WIB. Data itu kemudian menjadi salah satu dasar untuk menentukan apakah pembelajaran tatap muka tetap berlangsung atau dialihkan ke PJJ.

“Wilayah dengan status ISPU tidak sehat hingga berbahaya menjadi prioritas untuk dilakukan penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Siak juga diberikan kewenangan menerbitkan keputusan secara berkala, setiap dua hari, mengenai wilayah yang perlu menghentikan pembelajaran tatap muka atau menerapkan PJJ. Artinya, sekolah yang hari ini masih belajar tatap muka dapat berubah menjadi PJJ apabila kualitas udara memburuk.

Saat ini, Kecamatan Kerinci Kanan, Tualang dan Minas menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus. Ketiga kecamatan tersebut berbatasan dengan Pekanbaru dan Pelalawan dan dilaporkan mengalami kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat hingga cenderung berbahaya.

Afni menegaskan kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh titik api di Siak. Pergerakan asap dari wilayah lain juga dapat membuat kualitas udara di Siak memburuk. Meski begitu, titik api yang sempat muncul di lahan kering disebut telah berhasil dipadamkan.

“Api itu tidak banyak, bahkan tidak ada. Hari ini memang sempat muncul fire spot dari lahan kering yang terbakar, tetapi sudah berhasil dipadamkan,” kata Afni.

Pemkab Siak juga menyiapkan perlindungan bagi kelompok rentan lainnya. ASN perempuan yang sedang hamil diberikan kesempatan bekerja dari rumah, sementara ASN dengan penyakit bawaan seperti asma akut atau gangguan terkait ISPA juga dapat mengajukan WFH dengan izin atau rekomendasi Dinas Kesehatan.

Kebijakan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah memilih pendekatan situasional dalam menghadapi kabut asap. Bukan seluruh sekolah langsung diliburkan, tetapi aktivitas pendidikan akan mengikuti kondisi udara di masing-masing wilayah.

Pos terkait