Tak Hanya Pemerintahan, Pekanbaru dan Padang Pariaman Kerja Sama Garap Pangan hingga Investasi

Pekanbaru (Outsiders) – Kerja sama Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tidak hanya menyasar urusan pemerintahan. Kedua daerah sepakat membuka kolaborasi di sejumlah sektor, mulai dari pangan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, UMKM hingga investasi.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani, Sabtu kemarin (8/8/2026).

Bacaan Lainnya

Agung mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah untuk memperkuat hubungan kedua pemerintah daerah sekaligus mendorong pembangunan dan pengembangan potensi masing-masing wilayah.

“Pemko Pekanbaru dan Pemkab Padang Pariaman menjalin kerja sama tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah, bagaimana tata kelola pemerintahan,” kata Agung.

Namun, ruang lingkup kerja sama tidak berhenti pada tata kelola pemerintahan. Kedua daerah juga menyepakati kolaborasi dalam penyediaan komoditas pangan strategis dan penguatan ketahanan pangan.

Sektor pendidikan dan kesehatan turut masuk dalam kerja sama. Begitu juga pengembangan kapasitas sumber daya manusia, kebudayaan, pariwisata dan ekonomi.

Di bidang teknologi, Pekanbaru dan Padang Pariaman membuka peluang kerja sama pengembangan smart city dan e-government. Sementara sektor ekonomi mencakup promosi dan pengembangan koperasi, UMKM, industri, perdagangan serta investasi.

Kerja sama juga diarahkan pada penataan ruang dan wilayah, pembangunan infrastruktur perkotaan, pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

“Penandatanganan kesepakatan ini juga untuk kerja sama pembangunan dan pengembangan potensi daerah,” ujar Agung.

Menurut Agung, kerja sama lintas sektor tersebut diharapkan membuat potensi yang dimiliki kedua daerah dapat dikembangkan secara lebih optimal. Pekanbaru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di Riau dapat membangun konektivitas dengan potensi yang dimiliki Padang Pariaman.

Dalam kesempatan tersebut, Agung turut memaparkan sejumlah capaian Pemko Pekanbaru, terutama dalam pengelolaan keuangan daerah.

Ia menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pekanbaru meningkat hingga mencapai Rp1,2 triliun dalam kurun waktu satu tahun. Pemko Pekanbaru juga disebut telah menyelesaikan utang lama serta mengubah kondisi defisit anggaran menjadi surplus.

Agung mengatakan peningkatan PAD dilakukan melalui optimalisasi pajak daerah, digitalisasi pelayanan publik dan penguatan pengawasan untuk mencegah kebocoran penerimaan.

Pemko Pekanbaru juga berupaya memberikan kemudahan kepada wajib pajak agar proses administrasi tidak menjadi hambatan dalam memenuhi kewajiban.

“Prinsip dasarnya adalah memberikan kemudahan bagi wajib pajak agar proses administrasi tidak lagi dianggap sebagai beban yang rumit. Dengan mempermudah akses, masyarakat menjadi lebih kooperatif dalam menunaikan kewajiban perpajakannya,” katanya.

Agung berharap kesepakatan dengan Padang Pariaman dapat segera diterjemahkan dalam program konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua daerah.

“Harapannya, kerja sama kedua belah pihak ini dapat mengembangkan potensi daerah masing-masing dan meningkatkan pembangunan,” pungkasnya.

Pos terkait