Pekanbaru (Outsiders) – perjalanan ke Turki dapat dirancang sekaligus untuk melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi dengan memanfaatkan fasilitas stopover Saudia. Salah satu skema yang bisa digunakan adalah terbang dari Jakarta menuju Madinah, tinggal sementara di Arab Saudi, melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk umrah, kemudian terbang menuju Istanbul.
Program stopover tersebut memberikan kesempatan kepada penumpang Saudia untuk masuk ke Arab Saudi selama masa persinggahan. Aturan terbaru Visit Saudi menyebut pemegang visa stopover dapat tinggal di Arab Saudi hingga 96 jam atau empat hari. Visa tersebut juga dapat digunakan untuk melaksanakan umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi.
Bagi wisatawan Indonesia yang memiliki tujuan utama berlibur ke Turki, skema ini dapat menjadi pilihan perjalanan yang memasukkan agenda umrah sebelum melanjutkan perjalanan ke Istanbul. Perencanaan harus dilakukan secara cermat karena waktu tinggal dengan visa stopover dibatasi maksimal 96 jam.
Cara Memanfaatkan Stopover Saudia untuk Umrah
Langkah pertama adalah mencari penerbangan Saudia dari Jakarta menuju Istanbul dengan persinggahan di Madinah. Saat memilih tiket, perhatikan secara khusus durasi persinggahan dan penerbangan lanjutan menuju Turki.
Jika itinerary memberikan waktu stopover di Madinah, penumpang dapat memanfaatkan masa tersebut untuk masuk ke Arab Saudi, menginap di Madinah, beribadah di Masjid Nabawi, kemudian melakukan perjalanan ke Makkah untuk umrah.
Visit Saudi saat ini menyebut Saudia menawarkan visa transit atau stopover bagi penumpang yang memenuhi ketentuan. Visa tersebut memiliki masa berlaku tiga bulan, single entry dan memberikan izin tinggal di Arab Saudi hingga 96 jam. Untuk pemesanan melalui Saudia, visa dibuat dalam proses pemesanan penerbangan dan dikirim melalui email setelah disetujui.
Visa Stopover Saudia Berlaku Maksimal 96 Jam
Batas waktu 96 jam menjadi hal paling penting dalam merancang perjalanan ini. Empat hari tersebut harus menjadi dasar dalam menentukan jadwal Madinah, Makkah dan penerbangan menuju Turki.
Visa stopover memiliki masa berlaku tiga bulan, tetapi masa berlaku visa berbeda dengan lama tinggal. Masa berlaku menunjukkan periode ketika visa dapat digunakan untuk masuk, sedangkan lama tinggal di Arab Saudi maksimal 96 jam.
Karena itu, jangan membuat itinerary dengan asumsi dapat tinggal lima atau enam hari menggunakan visa stopover. Jika ingin berada di Arab Saudi lebih lama, diperlukan jenis visa lain yang sesuai dengan tujuan dan ketentuan perjalanan.
Apakah Visa Stopover Bisa Dipakai untuk Umrah?
Ya. Informasi resmi Visit Saudi menyatakan visa stopover dapat digunakan untuk melakukan umrah. Visa tersebut juga memungkinkan pengunjung mengunjungi Masjid Nabawi selama masa tinggal yang diizinkan.
Untuk kegiatan umrah dan ziarah, pengunjung diminta melakukan pengaturan melalui platform Nusuk sebelum mengunjungi Makkah atau Madinah. Ketentuan dan ketersediaan layanan pada Nusuk perlu diperiksa kembali menjelang keberangkatan.
Dengan demikian, konsep perjalanan dapat disusun dengan pola:
Jakarta → Madinah → Makkah → Jeddah/Madinah → Istanbul
Kota terakhir di Arab Saudi bergantung pada penerbangan Saudia yang tersedia.
Contoh Itinerary Umrah 96 Jam Sebelum ke Turki
Durasi empat hari membutuhkan itinerary yang realistis. Salah satu contoh pengaturan perjalanan adalah sebagai berikut.
Hari pertama
Jakarta menuju Madinah menggunakan Saudia. Setelah tiba, jamaah menyelesaikan pemeriksaan imigrasi, mengambil bagasi dan menuju hotel di Madinah.
Sisa waktu dapat digunakan untuk beristirahat dan beribadah di Masjid Nabawi.
Hari kedua
Jamaah dapat menggunakan waktu di Madinah untuk beribadah dan melakukan ziarah sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada hari yang sama, jamaah perlu mempersiapkan perjalanan menuju Makkah, termasuk perlengkapan ihram dan kebutuhan perjalanan.
Hari ketiga
Jamaah berangkat dari Madinah menuju Makkah. Transportasi dapat menggunakan Kereta Cepat Haramain atau moda transportasi lain sesuai itinerary.
Setelah tiba di Makkah dan memenuhi ketentuan perjalanan, jamaah melaksanakan ibadah umrah.
Hari keempat
Jamaah menyelesaikan agenda di Makkah kemudian menuju lokasi keberangkatan sesuai tiket menuju Istanbul.
Waktu perjalanan menuju bandara harus diperhitungkan dengan cermat. Jangan menempatkan penerbangan menuju Turki terlalu dekat dengan jadwal perjalanan dari Makkah.
Itinerary tersebut merupakan contoh. Jadwal aktual harus mengikuti penerbangan yang tersedia dan waktu yang tercantum pada dokumen perjalanan.
Jangan Menghabiskan 96 Jam Tanpa Menghitung Waktu Perjalanan
Batas 96 jam bukan berarti seluruh waktu tersebut dapat digunakan untuk berwisata. Jamaah harus menghitung waktu sejak tiba di Arab Saudi sampai keberangkatan menuju Turki.
Perjalanan dari bandara Madinah ke hotel, perjalanan Madinah ke Makkah, pelaksanaan umrah dan perjalanan menuju bandara membutuhkan waktu. Keterlambatan pada salah satu tahap dapat memengaruhi jadwal penerbangan berikutnya.
Karena itu, itinerary perlu memiliki waktu cadangan. Penerbangan menuju Istanbul sebaiknya tidak ditempatkan terlalu dekat dengan jadwal perjalanan darat dari Makkah.
Pilihan Transportasi Madinah ke Makkah
Kereta Cepat Haramain dapat menjadi salah satu pilihan transportasi antara Madinah dan Makkah. Pilihan lain dapat berupa kendaraan sewaan, taksi atau layanan transportasi lainnya.
Jamaah perlu mengecek jadwal dan ketersediaan tiket sebelum menentukan itinerary. Waktu keberangkatan kereta atau kendaraan harus disesuaikan dengan jadwal ibadah dan penerbangan menuju Turki.
Persiapan ihram juga perlu dilakukan sebelum perjalanan menuju Makkah. Jamaah harus memahami ketentuan miqat sesuai rute yang digunakan.
Setelah Umrah, Lanjut Liburan ke Istanbul
Setelah menyelesaikan rangkaian umrah, perjalanan dapat diteruskan menuju Istanbul. Kota tersebut dapat menjadi tujuan pertama untuk menjelajahi Turki.
Istanbul memiliki sejumlah destinasi populer seperti Hagia Sophia, Masjid Biru, Topkapi Palace, Grand Bazaar dan kawasan Bosphorus. Lama perjalanan di Istanbul dapat disesuaikan dengan keseluruhan durasi liburan.
Jika waktu tersedia lebih panjang, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Cappadocia, Pamukkale atau destinasi lain. Jumlah kota sebaiknya disesuaikan dengan waktu yang tersedia agar perjalanan tetap realistis.
Perhatikan Jenis Visa yang Digunakan
Visa stopover berbeda dengan visa turis Saudi. Visa stopover memiliki masa tinggal maksimal 96 jam dan dirancang untuk penumpang yang melakukan perjalanan melalui Arab Saudi sebagai bagian dari rute penerbangan.
Sementara itu, visa turis Saudi memiliki ketentuan tersendiri. Portal eVisa resmi Saudi saat ini menyebut eVisa berlaku satu tahun, multiple entry dan memungkinkan masa tinggal hingga tiga bulan, tetapi daftar negara yang memenuhi syarat eVisa perlu diperiksa berdasarkan paspor yang digunakan.
Untuk perjalanan menggunakan paspor Indonesia, jangan menyamakan fasilitas eVisa turis dengan visa stopover Saudia. Pastikan jenis visa yang diterbitkan memang sesuai dengan tiket dan itinerary yang dibeli.
Berapa Biaya Visa Stopover Saudia?
Dalam program Saudia yang tercantum pada Visit Saudi, visa stopover disebut gratis. Namun terdapat biaya aplikasi sekitar US$10,50 dan asuransi kesehatan mulai sekitar US$3,45. Angka tersebut dapat berubah sehingga biaya yang muncul pada saat pemesanan harus menjadi acuan akhir.
Visa stopover juga disebut single entry dengan masa berlaku tiga bulan dan masa tinggal maksimal 96 jam. Untuk pemesanan melalui Saudia, proses visa terintegrasi dengan pemesanan penerbangan.
Risiko yang Perlu Diperhitungkan
Perjalanan umrah dengan stopover memiliki risiko yang perlu dihitung sejak awal. Risiko pertama berkaitan dengan keterlambatan penerbangan atau transportasi darat yang dapat mengganggu jadwal penerbangan menuju Turki.
Risiko berikutnya adalah kesalahan dalam memahami batas masa tinggal. Visa stopover memberikan izin tinggal maksimal 96 jam sehingga itinerary harus dibuat berdasarkan batas tersebut.
Jamaah juga harus memastikan dokumen perjalanan lengkap. Saudia menegaskan bahwa penumpang bertanggung jawab memenuhi persyaratan dokumen dan visa negara yang dilalui dalam perjalanan.
Checklist Sebelum Membeli Tiket Saudia
☐ Cari penerbangan Jakarta menuju Istanbul dengan persinggahan di Madinah.
☐ Pastikan itinerary memang menawarkan fasilitas stopover.
☐ Pastikan visa stopover diterbitkan dan diterima melalui email.
☐ Periksa masa berlaku visa.
☐ Pastikan masa tinggal di Saudi tidak melebihi 96 jam.
☐ Pastikan paspor memenuhi persyaratan perjalanan.
☐ Periksa ketentuan umrah melalui Nusuk.
☐ Siapkan perlengkapan ihram.
☐ Pesan hotel di Madinah dan Makkah sesuai itinerary.
☐ Periksa jadwal transportasi Madinah menuju Makkah.
☐ Hitung waktu perjalanan Makkah menuju bandara.
☐ Berikan waktu cadangan sebelum penerbangan menuju Istanbul.
☐ Periksa ketentuan bagasi Saudia.
☐ Simpan paspor, visa, tiket, reservasi hotel dan dokumen perjalanan dalam bentuk digital serta salinan cadangan.
Skema Perjalanan yang Bisa Dipilih
Untuk perjalanan dengan batas maksimal 96 jam, skema yang paling mudah dipahami adalah:
Jakarta → Madinah → Makkah → Istanbul
Dalam pola tersebut, jamaah tiba di Madinah, menjalankan agenda di Masjid Nabawi, menuju Makkah untuk umrah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Istanbul.
Alternatif lain:
Jakarta → Madinah → Makkah → Jeddah → Istanbul
Pola tersebut dapat digunakan apabila tiket Saudia menyediakan keberangkatan dari Jeddah menuju Istanbul. Pilihan ini perlu dicek sejak awal karena kota keberangkatan setelah umrah akan memengaruhi transportasi dari Makkah. Klik tautan ini untuk melihat ketersediaan fasilitas stopoever di Maskapai Saudia
Untuk mempelajari lebih lanjut, dapat juga mengunjungi kanal YouTube Silvi Tirawaty yang memberikan panduan perjalanan dengan memanfaatkan fasilitas stopover :





