Sempat Koma, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

In Memory, Guruh Soekarnoputro

Jakarta (Outsiders) – Anak bungsu presiden pertama Republik Indonesia, Guruh Soekarnoputra dikabarkan meninggal dunia pada pukul 04.16 wib di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi Jakarta, Sabtu (26/09/2026).

Anak pasangan Soekarno dan Fatmawati ini, lahir 13 Januari 1953, dikenal sebagai seorang seniman dan budayawan. Semasa hidupnya, Guruh pernah mendirikan Swara Mahardhika tahun 1977 sebagai wadah yang menampung dan melahirkan banyak seniman Indonesia. Almarhum juga sempat mendirikan GSP Production yang mempelopori pertunjukan dunia panggung kolosal tanah air dengan paduan teater, musik dan tari tradisional-kontemporer.

Sejumlah lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang melegenda diataranyaa Kala Sang Surya dan Zamrud Khatulistiwa. Sebagai seniman serba bisa, berliau juga turut menggarap sejumlah lagu sebagai penata musik, diantaranya Ali Topan Anak Jalanan, Gita Cinta dari SMA, Untukmu Indonesiaku, Roman Picisan dan Untuk Sebuah Nama.

Jiwa seni adik politikus Megawati Soekarnoputri ini juga menggelar banyak pagelaran panggung kolosal, diantaranya Untukmu Indonesiaku Volume 1 dan 2 tahun 1980, Gilang Indonesia Gemilang tahun 1986, Jalan- jalan Sore tahun 1989 dan Puspa Ragam tahun 2020.

Pada tanggal 20 April 2002, Guruh menikah dengan seorang penari asal Uzbekistan, Guseynova Sabina Padmavati, atau yang lebih dikenal sebagai Sabina Guseynova. Namun pernikahan tersebut harus berakhir tahun 2009 tanpa dikaruniai seorang anak.

Kepergian sang maestro dalam usia 73 tahun tersebut, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, orang- orang terdekat dan segenap insan seni tanah air. Rencananya, siang ini almarhum akan dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta selatan.

Pos terkait