Tak Hadiri Upacara HUT RI ke-81, SBY Ungkap Alasannya dari Amerika Serikat

Pekanbaru (Outsiders) – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap alasan tidak menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

SBY saat ini berada di Rochester, Minnesota, Amerika Serikat, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic. Penjelasan tersebut disampaikan SBY melalui rekaman video yang dibuat pada 14 Agustus 2026 dan diunggah di akun Instagram @aniyudhoyono.

Bacaan Lainnya

Dalam rekaman itu, SBY menyampaikan permohonan maaf karena kembali tidak dapat mengikuti langsung rangkaian peringatan kemerdekaan di Tanah Air, termasuk pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka.

“Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di tanah air, tidak juga bisa menghadiri pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, sekaligus juga dalam memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka, sebagaimana yang saya lakukan tahun-tahun kemarin,” ujar SBY.

SBY mengatakan dirinya harus berada di Amerika Serikat untuk menjalani medical check-up di Mayo Clinic. Ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan hingga akhir Agustus dan berharap dapat kembali ke Indonesia pada September mendatang.

Meski tidak berada di Tanah Air, SBY tetap mengikuti pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo. Ia memberikan perhatian terhadap arah pembangunan pemerintah, terutama agenda yang akan dijalankan pada tahun depan.

Menurut SBY, arah dan agenda pembangunan yang disampaikan pemerintah kini semakin jelas. Ia menilai kondisi tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat.

“Saya melihat bahwa arah, blueprint, dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah di tahun depan, menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberikan harapan baru bagi kita semuanya,” kata SBY.

SBY juga menanggapi target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang disampaikan pemerintah. Ia mengakui angka tersebut cukup tinggi dan ambisius, tetapi bukan target yang mustahil dicapai.

“Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6 persen itu cukup tinggi, ambisius. Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai,” ujarnya.

SBY kemudian menitipkan pesan kepada pemerintah agar konsisten menjalankan agenda pembangunan yang telah disampaikan kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh target tersebut tidak berhenti sebagai rencana, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kerja pemerintah.

“Yang penting do your best, pemimpin dan pemerintahan kita, agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik,” tutur SBY.

Pos terkait