ISPU Siak Sempat Sentuh Angka 100, Sekolah Belum Diliburkan

Siak (Outsiders) – Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Siak masih menunjukkan kategori sedang. Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten Siak belum mengambil kebijakan meliburkan sekolah, meski kualitas udara sempat menyentuh angka 100.

Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak, kualitas udara di sejumlah wilayah masih berada pada rentang 90-95 atau kategori sedang. Pemantauan dilakukan melalui alat ISPU yang terpasang di empat wilayah, yakni Siak, Bungaraya, Tualang, dan Kandis.

Bacaan Lainnya

Dalam klasifikasi ISPU, nilai 0-50 masuk kategori baik, 51-100 kategori sedang, sedangkan 101-200 tergolong tidak sehat.

Kepala DLH Siak Amin Soimin mengatakan, kualitas udara di Kabupaten Siak saat ini masih berada di bawah ambang kategori tidak sehat.

“Artinya, untuk saat ini, kualitas udara kita masih aman di bawah 100 atau 90-95 (sedang). Jika di atas 100 sampai 200 ini sudah tidak sehat,” ujar Amin dalam rapat koordinasi karhutla melalui Zoom Meeting, Selasa (25/8/2026).

Meski demikian, Amin mencatat ISPU sempat menyentuh angka 100 pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Angka tersebut berada di batas atas kategori sedang, tetapi kondisi itu tidak berlangsung lama.

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Siak belum menerbitkan surat edaran untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah. Namun, perkembangan kualitas udara tetap dipantau sebagai dasar pengambilan kebijakan apabila terjadi perubahan kondisi.

Bupati Siak Afni Z meminta DLH melaporkan hasil pemantauan ISPU secara berkala. Menurutnya, data tersebut penting untuk menentukan langkah pemerintah daerah, termasuk kemungkinan penghentian sementara pembelajaran tatap muka.

“Saya minta Kadis DLH melaporkan ISPU secara berkala, karena ini menjadi acuan kita dalam mengambil kebijakan ke depan,” kata Afni.

Afni juga meminta Dinas Pendidikan memantau kondisi kesehatan siswa dan meminta laporan dari setiap sekolah. Dinas Kesehatan diminta terus memantau kondisi kesehatan masyarakat serta melaporkan perkembangannya kepada kepala daerah.

“Dinas kesehatan pantau terus kondisi kesehatan masyarakat dan laporkan. Ini belum puncak bencana ya, kita tidak mau bencana ini terulang seperti tahun 2015,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Kabupaten Siak tercatat zero titik api. Namun, cuaca kering menyebabkan lahan gambut menjadi lebih rentan terbakar. Satgas Karhutla pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Pos terkait