Serindit Boat Race 2026: Adu Dayung, Promosi Wisata, hingga Harapan Baru Warga Sungai Mandau

Tepian Sungai Mandau berubah menjadi arena olahraga sekaligus panggung promosi wisata saat Serindit Boat Race 2026 digelar di Kampung Sungai Selodang, Kabupaten Siak, Riau. Diikuti 19 tim dari sejumlah daerah, lomba dayung ini tak hanya menawarkan tontonan, tetapi juga membuka peluang Sungai Mandau dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis olahraga dan event.

Siak (Outsiders) – Suara dayung yang menghantam permukaan sungai berpadu dengan sorak penonton mewarnai Tepian Jembatan Kampung Sungai Selodang, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau. Demikian Serindit Boat Race 2026  menjadi perhatian baru, yaitu event perlombaan olahraga air yang menjadi panggung untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus menyuarakan harapan masyarakat setempat.

Sebanyak 19 tim ambil bagian dalam Serindit Boat Race yang digelar pada 19-20 Agustus 2026 dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Peserta terdiri atas 12 tim putra dan tujuh tim putri.

Bacaan Lainnya

Mereka berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Siak, yakni Siak, Mempura, Tualang dan Koto Gasib. Panitia juga menghadirkan satu tim undangan dari Kabupaten Bengkalis.

Bupati Siak Afni Z mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kreativitas untuk mengembangkan atraksi wisata berbasis potensi lokal.

Menurut dia, Sungai Mandau memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi bagian dari kalender wisata Kabupaten Siak melalui kegiatan olahraga air yang dikemas secara menarik dan melibatkan masyarakat.

“Saya menghargai para panitia yang berinisiatif dalam kegiatan ini. Tak ada rotan, akar pun jadi. Kreativitas seperti ini yang terus kita butuhkan,” kata Afni saat membuka Serindit Boat Race, Rabu kemarin  (19/8/2026).

Dari Lomba Dayung ke Promosi Wisata

Serindit Boat Race telah berkembang menjadi salah satu kegiatan olahraga wisata di Kabupaten Siak. Ajang tersebut tidak hanya mempertemukan peserta dari berbagai kecamatan, tetapi juga pernah melibatkan peserta dari luar daerah hingga peserta internasional pada penyelenggaraan sebelumnya.

Kehadiran peserta dari luar daerah menjadi peluang untuk memperkenalkan Sungai Mandau dan kawasan sekitarnya kepada publik yang lebih luas.

Konsep wisata berbasis event dinilai dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Perlombaan di sungai dapat dipadukan dengan kuliner lokal, aktivitas masyarakat, produk UMKM dan atraksi budaya sehingga tidak berhenti sebagai kompetisi olahraga semata.

Ketua Panitia Serindit Boat Race 2026, Razi Ramadhan, mengatakan keterlibatan peserta dari sejumlah wilayah menjadi salah satu daya tarik kegiatan tersebut.

Menurutnya, penyelenggaraan lomba diharapkan terus berkembang sehingga mampu menjadi agenda tahunan yang menarik lebih banyak peserta dan pengunjung.

Infrastruktur Jadi Pekerjaan Rumah

Di balik kemeriahan perlombaan, persoalan akses menuju Sungai Mandau masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Afni mengatakan pemerintah Kabupaten Siak tengah memperjuangkan peningkatan akses jalan dari arah Tualang menuju Sungai Mandau. Sebelumnya, pembangunan sepanjang 1 kilometer telah selesai, sementara tahun ini terdapat tambahan pembangunan sekitar 3,5 kilometer.

Pembangunan lanjutan tersebut didukung pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, bukan menggunakan APBD Kabupaten Siak.

“Dari arah Tualang ke arah Sungai Mandau kemarin sudah selesai 1 kilometer. Tahun ini, kita mendapatkan tambahan pembangunan sekitar 3,5 kilometer lagi untuk melanjutkan proyek sebelumnya,” ujar Afni.

Menurut Afni, peningkatan akses menjadi penting bukan hanya bagi aktivitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pengembangan kawasan wisata.

Ia mengakui kondisi infrastruktur masih menjadi sumber kekecewaan masyarakat. Namun, Afni menegaskan pemerintah daerah akan terus memperjuangkan kebutuhan pembangunan Sungai Mandau kepada pemerintah pusat.

“Kita perlu mengundang orang Jakarta (pemerintah pusat) ke Sungai Mandau agar mereka tahu penderitaan rakyat di sini,” katanya.

Afni berharap pengembangan kegiatan masyarakat seperti Serindit Boat Race dapat berjalan beriringan dengan peningkatan infrastruktur. Dengan akses yang semakin baik, event olahraga air berpeluang mendatangkan lebih banyak pengunjung dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Serindit Boat Race 2026 akhirnya tidak hanya mencatat persaingan 19 tim di atas air. Di balik riuh perlombaan, muncul gambaran tentang bagaimana potensi sungai dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Sungai Mandau.

Pos terkait