Udara Pekanbaru Masih Tercemar, AQI Tembus 116 Sore Ini

ilustrasi

Pekanbaru (Outsiders) – Kualitas udara Kota Pekanbaru masih berada pada level yang perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara.

Data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Pekanbaru mencapai 41,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Selasa (1/9/2026) pukul 15.00 WIB, artinya angka tersebut dalam kategori sedang.

Bacaan Lainnya

Data serupa juga tercatat dalam pemantauan IQAir. Pada pukul 16.00 WIB, IQAir mencatat konsentrasi PM2.5 Pekanbaru sebesar 41,4 µg/m³ dengan indeks kualitas udara atau AQI mencapai 116.

IQAir mengategorikan kondisi tersebut sebagai tidak sehat bagi kelompok sensitif. Data yang ditampilkan IQAir berasal dari stasiun pemantauan BMKG.

Sementara itu, pemantauan AQICN pada pukul 16.00 WIB mencatat AQI Pekanbaru berada di angka 115 dan masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

AQICN juga menyebut data kualitas udara Pekanbaru tersebut bersumber dari BMKG.

Dengan demikian, meski angka AQI yang ditampilkan kedua platform berbeda tipis, keduanya menunjukkan kondisi yang sama, yakni kualitas udara mulai memberikan risiko bagi kelompok sensitif.

Dalam klasifikasi AQICN, kelompok sensitif dapat mengalami dampak kesehatan pada rentang AQI 101-150. Anak-anak, orang yang aktif di luar ruangan, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan seperti asma disarankan membatasi aktivitas fisik berkepanjangan di luar ruangan.

Kondisi udara Pekanbaru juga masih berpotensi berubah sepanjang hari. Data IQAir menunjukkan indeks diproyeksikan tetap berada di atas 100 pada sejumlah jam berikutnya, meski mengalami fluktuasi.

BMKG menjelaskan PM2.5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer. Pengukuran konsentrasinya dilakukan menggunakan metode Beta Attenuation Monitoring (BAM) dengan satuan mikrogram per meter kubik.

Masyarakat Pekanbaru, khususnya kelompok sensitif, diimbau memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas fisik di luar ruangan dapat menjadi langkah pencegahan ketika kualitas udara memburuk.

 

Cek PM2.5 secara berkala pada link berikut:

Pos terkait