PWI Riau Bagikan 10 Ribu Masker untuk Warga di Tengah Kepungan Asap

Kabut asap yang kembali menyelimuti Riau tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan. Kondisi ini mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menyalurkan 10 ribu masker kepada masyarakat.

Pekanbaru (Outsiders) – Kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Riau, khususnya Kota Pekanbaru, mendorong berbagai elemen untuk turun langsung membantu masyarakat. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau pun mengambil bagian dengan membagikan 10 ribu masker kepada masyarakat melalui program PWI Riau Berbagi Masker.

Masker tersebut dibagikan kepada pengguna jalan dan masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi kualitas udara yang menurun.

Bacaan Lainnya

Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar mengatakan, aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

Menurutnya, peran wartawan tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga dapat hadir secara langsung melalui aksi sosial ketika masyarakat menghadapi persoalan.

“Kami dari PWI Riau turut prihatin dengan kondisi kabut asap yang terjadi di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian sederhana kami kepada masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah,” ujar Raja Isyam Azwar.

Ia mengatakan, sebanyak 10 ribu masker berhasil dikumpulkan melalui dukungan dan donasi dari berbagai pihak sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Salah satu pihak yang memberikan dukungan adalah RS Hermina yang mendonasikan masker untuk program tersebut. Dukungan serupa juga datang dari PT Anugerah Sawit Sejahtera.

Raja Isyam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam gerakan sosial tersebut.

“Atas nama PWI Riau, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah ikut berpartisipasi serta mendonasikan masker untuk program PWI Riau Berbagi Masker,” katanya.

Menurut Raja Isyam, dukungan dari berbagai pihak menunjukkan persoalan kabut asap membutuhkan kepedulian dan kolaborasi bersama. Penanganan dampak karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Ini adalah bentuk gotong royong. PWI Riau menginisiasi kegiatan, kemudian ada pihak-pihak yang ikut membantu melalui donasi masker. Alhamdulillah, terkumpul sebanyak 10 ribu masker yang kita bagikan. Semangat seperti inilah yang kita harapkan terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta warga yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

Masker yang dibagikan diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi paparan udara yang kurang sehat. Namun, Raja Isyam menegaskan langkah utama yang harus terus dilakukan adalah mencegah kebakaran hutan dan lahan agar kabut asap tidak kembali menjadi persoalan berulang.

“Kami berharap masker yang dibagikan ini dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan udara yang kurang sehat. Namun yang lebih penting adalah bagaimana persoalan karhutla ini dapat ditangani secara serius dan dilakukan pencegahan secara berkelanjutan,” katanya.

PWI Riau, lanjut Raja Isyam, juga akan terus menjalankan perannya dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat mengenai dampak kabut asap. Selain itu, insan pers tetap memiliki tanggung jawab mengawal persoalan kebakaran hutan dan lahan melalui pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab.

“Kita berharap kondisi udara di Riau segera membaik. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, masyarakat dan seluruh elemen harus bersinergi mencegah terjadinya karhutla. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban setiap kali kabut asap datang,” tegasnya.

Melalui program PWI Riau Berbagi Masker, PWI Riau berharap kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tidak berhenti pada aksi pembagian masker semata.

“Langkah ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di tengah kondisi sulit seperti sekarang, kepedulian dan gotong royong harus tetap kita jaga,” tutup Raja Isyam.

Pos terkait