Asap Karhutla Memburuk, Pemprov Riau Siagakan Posko Kesehatan dan Rumah Oksigen

Pekanbaru (Outsiders) – Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah.

Dinas Kesehatan Riau telah menyiapkan posko kesehatan dan rumah oksigen sebagai langkah antisipasi apabila kondisi asap semakin parah. Kedua fasilitas tersebut berada di lingkungan Dinas Kesehatan Riau dan dapat diaktifkan sesuai perkembangan situasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan pihaknya masih memantau kondisi kualitas udara sebelum mengoperasikan fasilitas tersebut.

“Untuk mengaktifkannya kita masih melihat situasi. Yang jelas, kita sudah mempersiapkan,” kata Zulkifli, Kamis (27/8/2026).

Posko kesehatan disiapkan dengan dukungan tenaga medis dan obat-obatan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Ambulans juga disiagakan untuk mendukung pelayanan medis darurat maupun kebutuhan evakuasi.

Sementara rumah oksigen dipersiapkan untuk memberikan bantuan pernapasan bagi masyarakat apabila kualitas udara memburuk dan paparan asap semakin berisiko terhadap kesehatan.

Langkah antisipasi ini dilakukan ketika kualitas udara di sejumlah wilayah Riau kembali mengalami penurunan. Berdasarkan data Ispu.net milik Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara Pekanbaru pada Kamis sore hingga malam masuk kategori tidak sehat.

Pada pukul 19.00 WIB, nilai ISPU Pekanbaru tercatat 155. Angka tersebut meningkat dari kondisi siang hari yang masih berada pada kategori sedang.

Kabupaten Pelalawan juga berada dalam kategori tidak sehat dengan nilai ISPU 156.

Zulkifli mengatakan Dinas Kesehatan Riau terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla. Koordinasi juga dilakukan bersama jajaran kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kita terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan semua pihak, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.

Selain menyiapkan fasilitas kesehatan, Pemprov Riau memperkuat perlindungan masyarakat dengan mendistribusikan masker ke sejumlah daerah terdampak karhutla.

Pelalawan menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan 18.000 masker dan dua unit oksigen. Distribusi masker juga dilakukan ke Indragiri Hulu sebanyak 4.000 masker, Indragiri Hilir 4.000 masker dan Kampar 4.000 masker. Sebanyak 4.000 masker lainnya segera dikirimkan ke Rokan Hilir.

Di Pekanbaru, sebanyak 12.000 masker telah didistribusikan. Masker dibagikan di enam lokasi, yakni Tugu Zapin Jalan Sudirman, Simpang Tiga, Pasar Pagi Arengka, Jalan Garuda Sakti, kawasan Melur dan Jalan Riau.

Sebanyak 2.000 masker juga dibagikan di kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, bertepatan dengan kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

Zulkifli mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti penderita asma, warga dengan riwayat gangguan pernapasan, ibu hamil dan bayi.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus keluar rumah.

“Bagi masyarakat yang rentan terhadap gangguan kesehatan, seperti penderita asma atau memiliki riwayat gangguan pernapasan, termasuk ibu hamil, kami imbau saat keluar rumah menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan,” ungkap Zulkifli.

Ia juga meminta masyarakat tidak keluar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Di sisi lain, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Riau diminta meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan peningkatan keluhan akibat asap. Rumah sakit pemerintah dan swasta, puskesmas, klinik hingga puskesmas pembantu diminta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Zulkifli meminta masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.

“Masyarakat tidak perlu ragu untuk mengecek kesehatannya di tempat pelayanan kesehatan terdekat. Masyarakat tidak perlu membayar karena kita sudah menerapkan UHC,” jelasnya.

Menurutnya, penyiapan posko kesehatan, rumah oksigen, ambulans, tenaga medis hingga distribusi masker merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

“Yang terpenting masyarakat menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan akibat asap,” pungkasnya.

Pos terkait