Pekanbaru (Outsiders) – Jangan hanya terpaku pada satu angka ketika melihat kondisi udara Kota Pekanbaru. Pemantauan dari tiga sumber, AQICN, IQAir, dan BMKG, menunjukkan angka dan kategori berbeda, meski sama-sama menggambarkan kualitas udara yang belum ideal.
Data AQICN sekitar pukul 12.00 WIB, Ahad (30/8/2026), mencatat indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru berada di angka 96 atau kategori moderat. Pada waktu yang hampir bersamaan, BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 sebesar 45,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dengan kategori sedang. Sementara itu, IQAir sekitar pukul 13.00 WIB mencatat US AQI mencapai 126. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Perbedaan angka tersebut dapat membuat masyarakat bingung. Namun, perbedaan itu tidak berarti data yang ditampilkan saling bertentangan.
Pasalnya, ketiga platform tidak sekadar menampilkan angka yang sama dalam format berbeda. Sistem indeks dan kategori yang digunakan juga berbeda. IQAir menggunakan sistem US AQI untuk menerjemahkan konsentrasi PM2.5 menjadi indeks kualitas udara.
Dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 45,7 µg/m³, IQAir menghasilkan US AQI 126. Sementara BMKG menampilkan konsentrasi PM2.5 secara langsung dan memasukkannya ke dalam kategori sedang berdasarkan sistem pemantauan yang digunakan.
AQICN juga menyajikan kualitas udara dalam bentuk indeks. Angka 96 yang tercatat berada pada kategori moderat.
Karena itu, angka AQI tidak bisa dibaca secara terpisah tanpa melihat sistem indeks yang digunakan. Konsentrasi PM2.5, waktu pembaruan data, serta standar pengelompokan menjadi faktor penting ketika membandingkan informasi kualitas udara dari berbagai platform.
Yang perlu menjadi perhatian adalah konsentrasi PM2.5 Pekanbaru yang tercatat 45,7 µg/m³. Partikel halus ini berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap perlu memperhatikan kualitas udara, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang mudah terdampak polusi udara.
Dengan munculnya angka AQI 96 dari AQICN, US AQI 126 dari IQAir, serta PM2.5 45,7 µg/m³ dari BMKG, masyarakat sebaiknya tidak hanya mencari angka tertinggi atau terendah.
Memahami apa yang diukur, standar apa yang digunakan, dan kapan data diperbarui menjadi kunci untuk membaca kondisi udara Pekanbaru secara lebih tepat.
Masyarakat juga disarankan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Cek PM2.5 secara berkala pada link berikut:





