Tiga Platform Pemantau Kualitas Udara Kompak Nyatakan Udara Pekanbaru Tidak Sehat

Ilustrasi (Rekayasa AI ~ Dola)

Pekanbaru (Outsiders) – Kualitas udara Kota Pekanbaru masih berada dalam kategori tidak sehat pada Senin (7/9/2026). Kondisi tersebut terlihat dari pemantauan tiga platform kualitas udara, AQICN, IQAir dan BMKG, yang sama-sama menunjukkan kondisi udara belum berada pada level aman.

Pemantauan AQICN pada pukul 15.00 WIB mencatat indeks kualitas udara atau AQI Pekanbaru berada di angka 162 dengan kategori tidak sehat. Sementara IQAir pada pukul 14.00 WIB mencatat AQI 171, juga dalam kategori tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 84,7 mikrogram per meter kubik.

Data BMKG pada pukul 13.00 WIB juga menunjukkan kondisi serupa. Konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat 63,9 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.

Meski angka yang ditampilkan ketiga platform berbeda, hasil pemantauannya menunjukkan arah yang sama. Kualitas udara Pekanbaru masih dibebani konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 yang cukup tinggi.

Perbedaan angka tersebut tidak bisa dibandingkan secara langsung karena AQICN dan IQAir menggunakan indeks kualitas udara, sedangkan BMKG menampilkan konsentrasi PM2.5 dalam satuan mikrogram per meter kubik. Namun, status yang sama-sama berada pada kategori tidak sehat menjadi indikator bahwa kondisi udara masih perlu diwaspadai.

Masyarakat disarankan memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Aktivitas fisik berat di luar ruangan juga sebaiknya dibatasi ketika kualitas udara memburuk, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara.

Kondisi ini menunjukkan kualitas udara Pekanbaru belum sepenuhnya pulih. Pemantauan secara berkala tetap diperlukan karena konsentrasi partikulat dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, angin dan sumber polusi di sekitar wilayah Pekanbaru.

 

Cek Kondisi PM2.5 secara berkala pada link berikut:

Pos terkait