Polisi Thailand Tangkap 13 Warga Korea dalam Sindikat Penipuan Online

Ilustrasi (Rekayasa AI ~ Gemini)

Bangkok (Outsiders) – Polisi Thailand menangkap 13 orang dalam pengungkapan sindikat penipuan daring asal Korea Selatan. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita puluhan perangkat komunikasi, komputer, naskah penipuan, serta daftar nama dan nomor telepon lebih dari 1.000 warga Korea Selatan.

Dilaporkan Bangkok Post, Komisaris Biro Investigasi Pusat Thailand (CIB) Pol Lt Gen Natthasak Chaowanasai mengatakan, 12 warga Korea Selatan dan seorang warga China diduga sebagai pimpinan kelompok ditangkap di sebuah rumah di Distrik Bang Phli, Samut Prakan, pada 1 September.

Polisi menyita 51 perangkat Voice over Internet Protocol (VoIP), 20 telepon seluler, penguat sinyal internet, dan 20 komputer. Petugas juga menemukan naskah penipuan berbahasa Korea, dokumen resmi palsu berbahasa Korea, serta daftar berisi nama dan nomor telepon lebih dari 1.000 warga Korea Selatan.

Menurut Natthasak, para tersangka menjalankan aksinya dengan menghubungi calon korban melalui internet. Mereka mengaku sebagai jaksa penuntut umum Korea Selatan dan menuduh korban terlibat dalam tindak pidana.

Korban kemudian diminta mentransfer uang dengan alasan untuk memverifikasi sumber dana. “Polisi meyakini masih banyak korban. Ini merupakan penangkapan ketiga terhadap sindikat penipuan warga Korea Selatan di Thailand. Secara keseluruhan, polisi telah menangkap 41 tersangka dan mereka menimbulkan kerugian hingga puluhan ribu juta won,” kata Natthasak, Selasa.

Dalam pengembangan kasus, polisi Thailand juga menangkap seorang warga Korea Selatan berusia 67 tahun, Ahn Hoon, di sebuah rumah di Distrik Hua Hin, Prachuap Khiri Khan, pada Senin.

Komandan Divisi Pemberantasan Kejahatan, Pol Maj Gen Pattanasak Buphasawan, mengatakan Ahn merupakan buronan Korea Selatan dalam kasus penipuan investasi senilai 1,05 miliar baht atau sekitar Rp500 miliar melalui 14 aksi penipuan.

Setelah tinggal di Thailand, Ahn juga diduga menipu tiga warga Korea Selatan melalui tawaran investasi proyek properti fiktif di Chon Buri, Phetchaburi, dan Prachuap Khiri Khan. Total kerugian dari tiga korban tersebut diperkirakan mencapai sekitar 147 juta baht atau lebih dari Rp70 miliar.

Pattanasak mengatakan Ahn diduga masuk ke Thailand dari Malaysia sekitar tiga dekade lalu. Selama berada di Thailand, ia juga telah menikah dengan warga setempat. Ahn kini ditahan polisi untuk menjalani proses hukum dan selanjutnya menghadapi proses hukum terkait perkara penipuan di Korea Selatan.

Pos terkait