Bangkok (Outsiders)— Hobi mengoleksi kartu Pokémon berujung petaka. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Thailand mengaku kehilangan lebih dari 1 juta baht atau sekitar Rp500 juta setelah membeli kartu Pokémon langka dari seorang pria yang diduga menipu para kolektor.
Dilaporkan Bangkok Post, Bocah tersebut menjadi salah satu dari sedikitnya 25 orang yang telah melapor kepada polisi. Total kerugian para korban disebut telah menembus 5 juta baht, atau sekitar Rp2,5 miliar. Para korban menuding pria yang dikenal dengan nama “Mr Mor” tersebut menawarkan jasa mendatangkan kartu dan barang koleksi langka dari luar negeri.
Kasus itu dilaporkan kepada Economic Crime Suppression Division (ECD) pada Rabu. Para korban datang bersama aktivis perlindungan konsumen Tankhun Jitt-itsara untuk meminta aparat menindaklanjuti dugaan penipuan tersebut.
Modusnya disebut cukup meyakinkan. Pada awal transaksi, Mr Mor mengirimkan kartu dan barang koleksi yang benar-benar sesuai pesanan. Kepercayaan para kolektor pun tumbuh. Setelah reputasinya terbentuk, sejumlah pelanggan mulai berani melakukan transaksi dengan nilai lebih besar.
Masalah muncul ketika pesanan bernilai tinggi mulai berdatangan. Barang yang dijanjikan tak kunjung diterima. Para korban disebut mendapat alasan terkait persoalan bea cukai, pajak, hingga proses impor. Setelah itu, komunikasi dengan Mr Mor terputus dan halaman Facebook yang digunakan untuk berdagang juga ditutup.
Kolektor Muda Ikut Jadi Korban
Yang membuat kasus ini semakin menyita perhatian adalah usia sejumlah korban. Banyak di antara mereka merupakan anak muda yang mengoleksi kartu sebagai hobi, bahkan menjadikannya sebagai sumber penghasilan.
Seorang pedagang berusia 15 tahun mengatakan transaksi awal dengan Mr Mor berjalan lancar. Pengalaman tersebut membuatnya merekomendasikan penjual tersebut kepada anggota komunitas lainnya. Namun, masalah mulai muncul setelah nilai transaksi semakin besar.
Korban lainnya, seorang kolektor berusia 22 tahun, mengaku kehilangan lebih dari 100.000 baht atau sekitar Rp50 juta. Ia membeli beberapa kartu bernilai tinggi, termasuk kartu yang harganya sekitar 60.000 baht atau Rp30 juta per lembar.
Sebelumnya, transaksi dengan pria tersebut bahkan disebut memberikan keuntungan. Kondisi itu membuat korban tidak menaruh kecurigaan ketika melakukan pembelian dengan nilai lebih besar.
Kartu Pokémon Bisa Bernilai Fantastis
Kasus ini terjadi di tengah semakin besarnya pasar kartu koleksi di Thailand. Kartu Pokémon langka dan edisi terbatas dapat memiliki nilai jual sangat tinggi, bahkan mencapai ratusan ribu hingga jutaan baht.
Nilai fantastis tersebut membuat kartu koleksi tidak lagi sekadar permainan bagi sebagian orang. Barang tersebut juga menjadi objek perdagangan dan investasi, termasuk di kalangan kolektor muda.
Penyelenggara acara kartu koleksi, Chatchanapong Kaewthong, mengingatkan kolektor agar tidak terburu-buru mengirimkan uang dalam jumlah besar. Identitas penjual, asal-usul kartu, serta rekam jejak transaksi perlu diperiksa terlebih dahulu.
Ia juga mengingatkan agar pembeli tidak hanya mengandalkan hubungan pertemanan atau klaim penjual yang mengaku memiliki akses khusus untuk memperoleh kartu langka dari luar negeri.
Sementara itu, Tankhun, Presiden Santiprachadham Club, mengatakan perkembangan bisnis kartu koleksi telah menarik semakin banyak anak muda. Karena itu, ia mendorong adanya langkah perlindungan yang lebih kuat agar komunitas kolektor tidak menjadi sasaran penipuan.
Polisi kini diminta menemukan keberadaan Mr Mor sekaligus menyelidiki apakah masih ada korban lain yang belum melapor. Kasus tersebut menjadi peringatan bagi para kolektor bahwa semakin mahal sebuah barang koleksi, semakin penting pula memastikan keamanan transaksi sebelum uang berpindah tangan.





