Tembilahan (Outsiders) – Tim gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berjibaku menjinakkan kobaran api yang melanda lahan semak belukar di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Karhutla tersebut menjadi titik baru setelah sebelumnya tim berhasil mengendalikan kebakaran di kawasan yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Titik api kali ini terdeteksi di Jalan Terusan Mas sejak Sabtu (5/9/2026) sore.
Kapolres Inhil AKBP Doni Eka Listianto melalui Kapolsek Tembilahan IPDA Ripal Indrawata mengatakan, api pertama kali diketahui sekitar pukul 17.30 WIB.
“Api diketahui pertama sekali pada Sabtu kemarin sekitar pukul 17.30 WIB. Saat ini tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman,” kata Ripal, Ahad (6/9/2026).
Pemadaman melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD Damkar Inhil, tim pemadam dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di sekitar Parit 21, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat.
Ripal memperkirakan sedikitnya tiga hektare lahan telah terbakar. Vegetasi yang didominasi semak belukar membuat api relatif cepat merambat, terlebih kondisi angin di areal terbuka cukup kencang.
“Mudah-mudahan bisa dikendalikan. Perkiraan luas lahan yang terbakar lebih kurang 3 hektar,” ujarnya.
Petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman. Selain angin kencang, kondisi lahan yang kering akibat kemarau panjang membuat sumber air di sekitar lokasi sulit diperoleh.
Akses menuju titik api juga menjadi persoalan. Lokasi kebakaran berjarak sekitar dua kilometer dari jalan utama sehingga mobilitas kendaraan pemadam dan distribusi air tidak mudah dilakukan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, petugas memaksimalkan pasokan air dari mobil pemadam kebakaran serta menggunakan peralatan portabel untuk melokalisir titik api.
Hingga Ahad, tim gabungan masih berada di lokasi untuk mencegah kobaran api terus meluas. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan titik api, tetapi juga membuat api tidak merembet ke kawasan lain dan mengancam permukiman warga.
“Sampai sekarang tim gabungan masih di lokasi berjuang melakukan pemadaman. Fokus utama tim di lapangan adalah mengendalikan pergerakan api agar tidak merembes, tidak mengancam kawasan pemukiman warga, serta mencegah perluasan areal terbakar ke wilayah lainnya,” kata Ripal.





