Kemarin Disebut Membaik, Hari Ini Udara Pekanbaru Masih Tergolong Tidak Sehat

Kepala Dinas Diskominfotiksan Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra. (Foto: Pekanbaru.go.id)

Pekanbaru (Outsiders) – Kualitas udara Kota Pekanbaru memang menunjukkan perbaikan, namun belum sepenuhnya aman. Sehari setelah Pemerintah Kota Pekanbaru menyebut kualitas udara cenderung membaik dan berada pada kategori sedang, pemantauan terbaru masih menunjukkan adanya paparan PM2.5 pada level tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kamis (3/9/2026) pukul 09.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat 58,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk kategori tidak sehat berdasarkan klasifikasi BMKG yang menempatkan konsentrasi 55,5 hingga 150,4 µg/m³ dalam kategori tersebut.

Bacaan Lainnya

Data AQICN juga masih menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada pada level yang perlu diwaspadai. Pada pemantauan terbaru, Pekanbaru tercatat dengan indeks kualitas udara sekitar 155, yang menurut skala AQICN masuk kategori tidak sehat. Dalam kategori ini, masyarakat secara umum mulai berpotensi mengalami dampak kesehatan akibat polusi udara.

Sementara itu, IQAir juga masih menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kondisi yang perlu mendapat perhatian. Platform tersebut menyediakan pemantauan real-time, historis dan prakiraan PM2.5 untuk Kota Pekanbaru.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pernyataan Pemkot Pekanbaru mengenai udara yang cenderung membaik kemarin tidak berarti persoalan kualitas udara telah berakhir.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra, sebelumnya mengatakan kualitas udara sempat berada pada kondisi berbahaya pada Selasa siang, namun membaik pada sore harinya dan berada pada kategori sedang.

“Kalau untuk kondisi kualitas udara kita cenderung membaik berada di kualitas sedang pada Selasa sore ini,” terang Ardiansyah.

Meski membaik, Ardiansyah mengingatkan masyarakat agar tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker.

“Karena kualitas udara yang terpantau ISPU setiap harinya masih berubah-ubah,” terangnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru juga menyebut masih terdapat asap kiriman yang masuk ke wilayah kota. Upaya modifikasi cuaca terus dilakukan dengan harapan hujan dapat membantu membersihkan udara dari partikel polutan.

“Masih ada asap kiriman di Kota Pekanbaru. Proses modifikasi cuaca pun masih dilakukan agar hujan mengguyur dalam kondisi saat ini,” ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas belajar mengajar di sekolah telah kembali berjalan normal sejak Senin (31/8/2026). Namun, kondisi kualitas udara tetap dipantau untuk memastikan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan, dapat berlangsung dengan mempertimbangkan perkembangan polusi udara.

Perbedaan hasil pemantauan tersebut juga perlu dipahami karena masing-masing platform dapat menggunakan stasiun pemantauan, waktu pembaruan dan metode indeks yang berbeda. Karena itu, angka dari satu sumber tidak selalu identik dengan sumber lainnya.

Yang menjadi perhatian, ketiga sumber sama-sama menunjukkan bahwa kualitas udara Pekanbaru masih membutuhkan kewaspadaan. Perbaikan yang terjadi belum cukup untuk menyatakan kondisi udara telah kembali aman.

Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan orang dengan sensitivitas terhadap polusi udara, disarankan membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta terus mengikuti pembaruan kualitas udara secara berkala.

 

Cek PM2.5 secara berkala pada link berikut:

Pos terkait