Siak (Outsiders) – Pembukaan kembali segel pada bagian laut aktivitas PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) menjadi kabar positif bagi Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak. Aktivitas pembangunan galangan kapal perusahaan tersebut dapat kembali dilanjutkan setelah persoalan administratif terkait pemanfaatan ruang laut diselesaikan.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah membimbing perusahaan hingga persoalan administratif tersebut terselesaikan.
“Sedari awal memang tidak ada masalah, selain masalah administrasi saja khusus di bagian laut. Sementara kegiatan industri di bagian daratnya tetap berjalan biasa. Alhamdulillah buah kesabaran itu datang di waktu yang tepat. Kami ucapkan terimakasih pada KKP, ini sekaligus jadi kado ulang tahun ke-27 Kabupaten Siak,” kata Afni, Rabu (7/10/2026).
Sebelumnya, KKP memasang tanda penghentian sementara kegiatan PT MNS sejak Juni 2026. Tanda tersebut kemudian dilepas Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP pada Ahad (4/10/2026).
Pelepasan ditandai dengan penandatanganan berita acara. Penghentian sementara sebelumnya berkaitan dengan belum dikantonginya Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) untuk pembangunan pada sisi perairan.
Dalam berita acara pelepasan disebutkan dua alasan pencabutan tanda penghentian sementara. PT MNS telah melunasi denda administratif dan mengajukan persyaratan dasar PKKPRL melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Sementara pembangunan pada sisi darat tetap berjalan selama penghentian sementara aktivitas di bagian laut.
Direktur Utama PT KITB Eriyanto Hady mengatakan pengelola kawasan telah menerima pemberitahuan dan bukti pelepasan tanda penghentian sementara dari PT MNS. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Bupati Siak.
Dengan dibukanya kembali akses kegiatan pada sisi perairan, PT MNS dapat melanjutkan pembangunan galangan kapal yang sebelumnya sempat terhenti. Investasi tahap pertama proyek tersebut mencapai lebih dari Rp250 miliar dengan proyeksi penyerapan lebih dari 200 tenaga kerja setelah beroperasi.
Bagi KITB, PT MNS merupakan investasi berbasis industri pertama yang masuk setelah kawasan tersebut berdiri selama puluhan tahun. Pemerintah Kabupaten Siak kini menanti investasi baru dengan nilai yang disebut lebih besar dari proyek PT MNS.
Afni mengatakan peresmian investasi baru tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Siak ke-27 pada 12 Oktober 2026.
“InsyaAllah besok ada peresmian investasi lebih besar lagi melebihi PT MNS di KITB. Penanda nyata bahwa KITB sedang menggeliat hebat dan perlu dukungan kita bersama. Sekaligus membuktikan bahwa Siak sedang menjadi sentral baru ekonomi Riau, dan kita tidak akan menyerah dengan tekanan fiskal berkurangnya TKD dari pusat,” kata Afni.
Afni mengatakan pemerintah daerah juga terus mencari sumber pendapatan baru di tengah tekanan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Salah satunya melalui pembenahan BUMD KITB.
“Menyuarakan keadilan fiskal ke pusat adalah tanggungjawab kita menjaga hak rakyat di daerah. Sedangkan menggaet investor di KITB adalah kewajiban kita bekerja demi kesejahteraan rakyat. Kita berupaya mencari sumber-sumber pendapatan baru, salah satunya melalui BUMD KITB yang sedang terus kita benahi,” tambah Afni.
Eriyanto berharap pembangunan galangan kapal PT MNS dapat kembali berjalan sesuai target hingga memasuki tahap operasional. Masuknya investasi baru dalam waktu dekat juga menjadi perkembangan penting bagi KITB yang mulai menunjukkan aktivitas industri setelah bertahun-tahun berdiri.





