Nunukan (Outsiders) – Upaya memperkuat kedaulatan Rupiah di wilayah perbatasan terus dilakukan. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik bersama Bank Indonesia dan Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar dan Pekan Literasi Akbar di Pulau Sebatik, Sabtu (23/8/2025).
Kegiatan ini difokuskan pada edukasi literasi keuangan serta sosialisasi penggunaan Rupiah di daerah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil). Melalui rangkaian acara, masyarakat diajak memahami pentingnya transaksi dengan mata uang nasional sekaligus mengenal layanan pembayaran digital seperti Brizzi dan platform keuangan berbasis teknologi.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia dalam sambutannya menegaskan bahwa Rupiah adalah simbol kedaulatan negara yang harus dijaga, termasuk di wilayah perbatasan. Karena itu, BI terus memperluas program edukasi agar masyarakat tidak hanya mengenal Rupiah sebagai alat tukar, tetapi juga bangga dan paham dalam penggunaannya.
Acara diwarnai dengan kehadiran booth UMKM yang menampilkan produk lokal khas Sebatik. Para pelaku usaha kecil mendapat pembekalan mengenai tata kelola keuangan dan sistem pembayaran non-tunai agar bisnis mereka dapat lebih berkembang.
Kepala PLBN Sebatik, Hariman Latuconsina, mengatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah menghadirkan negara melalui Rupiah. “PLBN Sebatik bukan hanya pintu perlintasan, tetapi juga wadah untuk memperkuat kedaulatan ekonomi. Dengan literasi keuangan dan penggunaan Rupiah, masyarakat Sebatik dapat lebih mandiri sekaligus menjaga identitas kebangsaan,” ujarnya.
Selain literasi, acara juga disemarakkan dengan jalan santai, senam sehat, hiburan musik, hingga pembagian doorprize, yang menarik partisipasi ratusan warga.
Melalui kolaborasi antara PLBN, Bank Indonesia, dan PNM, kegiatan ini diharapkan memperkuat kesadaran masyarakat perbatasan akan pentingnya bertransaksi dengan Rupiah. Hal itu tidak hanya mendukung stabilitas ekonomi lokal, tetapi juga meneguhkan peran Rupiah sebagai lambang kedaulatan di wilayah terluar Indonesia.






