Gresik (Outsiders) – Tim SAR gabungan bersama TNI Angkatan Laut terus melakukan pencarian terhadap korban perahu tenggelam di perairan sekitar PLTU Gresik, Jawa Timur. Operasi dilakukan secara intensif dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tenggelamnya perahu nelayan tersebut terjadi pada awal Mei 2026. Perahu diduga mengalami kelebihan muatan dan terdampak gelombang dari kapal besar yang melintas, sehingga air masuk ke badan perahu hingga akhirnya tenggelam.
Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, satu korban lainnya masih dalam pencarian. Upaya pencarian dilakukan dengan mengerahkan kapal patroli, perahu karet, serta melibatkan nelayan setempat untuk membantu penyisiran.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI AL, Basarnas, Satpolairud, BPBD, serta masyarakat sekitar. Koordinasi dilakukan secara terpadu guna mempercepat proses pencarian korban.
Kendala di Lapangan
Kondisi arus laut yang cukup kuat dan cuaca yang berubah menjadi tantangan dalam proses pencarian. Meski demikian, tim tetap melanjutkan operasi dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
TNI AL mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, termasuk tidak melebihi kapasitas muatan, menggunakan pelampung, serta mewaspadai kondisi cuaca dan lalu lintas kapal di sekitar perairan.
Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.





