Rutan Siak Overload, Pemkab Ajukan Pembangunan Fasilitas Baru

Pemerintah Kabupaten Siak menyiapkan langkah strategis dengan mengusulkan pembangunan rutan baru ke pemerintah pusat. (Foto: Diskominfo Siak)

Siak – Pemerintah Kabupaten Siak akan mengusulkan pembangunan Rumah Tahanan Negara (Rutan) baru kepada pemerintah pusat sebagai solusi mengatasi persoalan over kapasitas di Rutan Kelas IIB Siak.

Langkah ini disampaikan Bupati Siak Afni Zulkifli usai meninjau langsung kondisi rutan bersama Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (30/04/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Afni, kondisi rutan saat ini sudah tidak lagi ideal karena jumlah penghuni jauh melebihi kapasitas yang tersedia.

“Kondisinya sudah sangat penuh. Ini perlu segera mendapat perhatian serius,” ujarnya.

Berdasarkan data, Rutan Siak saat ini dihuni sebanyak 591 orang, sementara kapasitas ideal hanya sekitar 176 orang. Dari jumlah tersebut, 212 orang berstatus tahanan dan 379 orang merupakan narapidana.

Afni menegaskan, usulan pembangunan rutan baru akan segera disampaikan kepada kementerian terkait sebagai solusi jangka panjang.

“Kami akan menyampaikan kondisi ini ke pemerintah pusat agar dapat dipertimbangkan pembangunan rutan baru atau solusi lainnya,” katanya.

Selain persoalan kapasitas, lokasi rutan yang berada di tengah permukiman padat penduduk juga menjadi perhatian. Menurutnya, kondisi tersebut sudah tidak lagi sesuai dan berpotensi menimbulkan persoalan sosial serta keamanan.

Sementara itu, Kepala Rutan Siak Dedy Krihastoni membenarkan kondisi over kapasitas yang terjadi. Ia menyebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kepadatan, termasuk memindahkan narapidana dengan masa hukuman panjang ke Pekanbaru.

Meski demikian, kondisi di dalam rutan masih sangat padat dan belum sepenuhnya teratasi.

Pemerintah Kabupaten Siak berharap usulan pembangunan rutan baru dapat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat guna menciptakan kondisi pembinaan yang lebih layak dan manusiawi bagi warga binaan.

Pos terkait