Pekanbaru (Outsiders) – Sebanyak 2.208 jemaah calon haji (JCH) asal Provinsi Riau telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Batam. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dalam kelompok terbang (kloter) BTH 3 hingga BTH 7.
Jumlah tersebut terdiri dari jemaah haji reguler, Petugas Haji Daerah, pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta petugas kloter yang mendampingi selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
Namun, tidak seluruh jemaah dapat berangkat sesuai jadwal. Tercatat sebanyak tujuh orang harus menjalani perawatan di Batam dan didampingi lima orang. Selain itu, empat jemaah lainnya masih dalam kondisi sakit di daerah sehingga keberangkatannya ditunda.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau, Defizon, menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Ibadah haji adalah ibadah fisik. Oleh karena itu, kondisi tubuh harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Ia mengimbau para jemaah untuk mengatur aktivitas selama di Tanah Suci agar tidak menguras tenaga. Jemaah juga diminta lebih memprioritaskan ibadah dibandingkan kegiatan lain seperti berbelanja.
Selain itu, jemaah diingatkan untuk disiplin mengikuti arahan petugas, menggunakan alat pelindung diri, serta tidak memaksakan diri, terutama menjelang puncak ibadah haji yang membutuhkan stamina tinggi.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh jemaah, baik yang telah berangkat maupun yang masih tertunda, guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
Diharapkan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan baik serta kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.





