Jakarta (Outsiders) – Monumen Fokker 27 AMPUH resmi berdiri di depan Mako Lanud Halim, menjadi pengingat sejarah perjuangan udara bangsa sekaligus sarana edukasi generasi penerus.
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., meresmikan Monumen Fokker 27 AMPUH di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/9/2025). Peresmian tersebut dihadiri jajaran perwira tinggi TNI AU, termasuk Komandan Puspomau Marsda TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si., M.Han.
Kasau dalam sambutannya menegaskan bahwa monumen tersebut tidak hanya menjadi simbol kebanggaan satuan, tetapi juga pengingat sejarah perjuangan udara bangsa.
“Monumen Fokker 27 kini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan satuan, tetapi juga pengingat sejarah perjuangan udara bangsa, selain itu juga sebagai saksi ketangguhan dan semangat para prajurit udara yang senantiasa mengabdi tanpa pamrih demi kejayaan Indonesia,” ujar Kasau.
Ia berharap keberadaan monumen ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda, khususnya pelajar. “Monumen Fokker 27 AMPUH diharapkan dapat menjadi media pembelajaran interaktif, menumbuhkan rasa nasionalisme, serta minat pada dunia kedirgantaraan,” kata Kasau.
Monumen Fokker 27 dibangun sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas pengabdian pesawat legendaris itu kepada TNI Angkatan Udara. Dengan ketangguhannya, Fokker 27 turut serta dalam berbagai operasi penting, baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Pesawat buatan Belanda yang ditenagai dua mesin Turboprop Rolls-Royce Dart ini mampu mengangkut 40 hingga 56 personel. Dalam sejarahnya, Fokker 27 banyak berperan dalam misi angkutan udara, operasi kemanusiaan, hingga penugasan militer.





