Pekanbaru (Outsiders) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menyiapkan lomba domino sebagai salah satu kegiatan utama dalam rangka perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat Provinsi Riau.
Kegiatan ini diprediksi menjadi daya tarik utama karena tingginya minat peserta yang akan dipusatkan di Gedung PWI Riau, Jalan Arifin Achmad, Kamis (07/05/2026).
Selain sebagai ajang hiburan, lomba domino juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antaranggota PWI dan mitra.
Domino jadi magnet peserta
Ketua Panitia Pelaksana Fithriady Syam mengatakan bahwa antusiasme peserta untuk mengikuti lomba domino terus meningkat menjelang hari pelaksanaan.
Menurutnya, domino dipilih karena merupakan permainan yang dekat dengan masyarakat dan mampu menciptakan suasana kebersamaan.
“Kami melihat minat peserta untuk domino cukup tinggi, berkaca pada lomba domino setiap peringatan HPN lalu. Ini bukan sekadar lomba, tetapi juga ajang silaturahmi antaranggota dan mitra,” ujarnya.
Ajang kebersamaan insan pers
Lomba domino menjadi bagian dari rangkaian perayaan HPN 2026 yang juga dirangkai dengan kegiatan lain seperti tenis meja dan pemotongan tumpeng dalam rangka HUT ke-80 PWI.
Namun demikian, domino dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena mampu melibatkan lebih banyak peserta secara santai dan interaktif.
Panitia juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anggota PWI Riau dan mitra untuk berpartisipasi dalam turnamen ini.
“Mari sama-sama kita hadir ke sekretariat hari Kamis ini. Jangan lupa daftar untuk pertandingan domino,” ajak Fithriady.
Perayaan sederhana namun meriah
Perayaan HPN 2026 di Riau dirancang sederhana, namun tetap mengedepankan kebersamaan dan semangat kekeluargaan.
Selain lomba, kegiatan juga akan diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang insan pers.
Kehadiran pejabat daerah dan tokoh pers juga diharapkan turut memeriahkan suasana serta memperkuat sinergi antara insan pers dan pemerintah.
Melalui lomba domino ini, PWI Riau berharap peringatan HPN tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang interaksi yang mempererat solidaritas antaranggota. (*)





