Pendekatan Persuasif Prajurit, Warga Ternate Serahkan 75 Senjata Api

Puluhan senjata api yang selama bertahun-tahun tersimpan di tengah masyarakat akhirnya diserahkan kepada Kodam XV/Pattimura. Total 75 pucuk senjata, 1.111 butir munisi kaliber 5,56 mm, dan satu granat tangan diserahkan di Ternate, Maluku Utara, Jumat (2/10/2026), setelah prajurit Korem 152/Baabullah melakukan pendekatan persuasif. (Foto: Dispen TNI AD)

Ternate (Outsiders) – Sebanyak 75 pucuk senjata api, 1.111 butir munisi kaliber 5,56 mm, dan satu granat tangan diserahkan masyarakat kepada Kodam XV/Pattimura di Ternate, Maluku Utara. Penyerahan tersebut merupakan hasil pendekatan persuasif prajurit Korem 152/Baabullah kepada masyarakat di wilayah tersebut.

Dari 75 pucuk senjata yang diserahkan Juma lalu (02/10/2026), 15 pucuk merupakan senjata standar dan 60 lainnya senjata rakitan. Senjata standar yang diserahkan antara lain FNC, SMR, pistol FN, revolver, Winchester, hingga pistol pelontar gas air mata.

Bacaan Lainnya

Adapun 60 senjata rakitan terdiri atas 41 pucuk laras panjang dan 19 pucuk pistol rakitan. Sebagian senjata diketahui merupakan peninggalan konflik 1999–2000, sementara sebagian lainnya merupakan senjata organik peninggalan keluarga yang disebut masuk dari Filipina.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto mengatakan penyerahan tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban di Maluku Utara.

“Penyerahan senjata dan amunisi tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di Maluku Utara, dan kita semua adalah saudara, setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan cara damai dan kekeluargaan,” ujar Dody .

Penyerahan senjata dipimpin Pangdam XV/Pattimura dan dihadiri Danrem 152/Baabullah beserta jajaran pejabat Kodam XV/Pattimura.

Atas keberhasilan tersebut, Pangdam XV/Pattimura memberikan penghargaan kepada 35 personel jajaran Korem 152/Baabullah yang berperan dalam menghimpun senjata dari masyarakat.

Penyerahan secara sukarela tersebut menjadi salah satu hasil pendekatan kewilayahan yang dilakukan prajurit untuk membangun kepercayaan masyarakat. Senjata, munisi, dan granat yang masih tersimpan di lingkungan warga kemudian dapat dihimpun dan diserahkan kepada aparat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah Maluku Utara sekaligus mendorong masyarakat menyelesaikan persoalan keamanan secara damai dan kekeluargaan.

 

Pos terkait