Honiara (Outsiders) – Satgas Gabungan Terpadu Port Visit 2026 telah melayani 650 pasien selama menjalankan misi kemanusiaan di Kepulauan Solomon. Setelah menuntaskan rangkaian kegiatan tersebut, satgas melanjutkan pelayaran menuju Papua Nugini menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (WSH-991), Kamis (22/10/2026).
Kapal tersebut bertolak dari Point Cruz Wharf, Honiara, untuk melanjutkan rangkaian diplomasi maritim Indonesia di kawasan Pasifik Selatan.
Keberangkatan satgas dilepas Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon Okto Dorinus Manik bersama jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Atase Pertahanan RI Kolonel Cku Suiyanto, dan Asisten Atase Pertahanan RI Mayor Mar Ferdiyanto.
Perwakilan Royal Solomon Islands Police Force (RSIPF) serta masyarakat setempat turut hadir dalam prosesi pelepasan tersebut.
Layani Ratusan Pasien dan Renovasi Fasilitas Umum
Selama berada di Kepulauan Solomon, satgas melaksanakan sejumlah kegiatan kemanusiaan dan sosial. Salah satunya bakti kesehatan yang memberikan pelayanan kepada 650 pasien.
Satgas juga menyalurkan bantuan sosial dan melaksanakan renovasi fasilitas umum bersama masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan yang menggabungkan pelayanan kemanusiaan dengan penguatan hubungan antarmasyarakat.
Di bidang diplomasi, satgas melaksanakan kunjungan kehormatan kepada sejumlah pejabat tinggi negara serta menggelar Diplomatic Reception untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Kepulauan Solomon.
Misi Berlanjut ke Papua Nugini
Setelah menyelesaikan agenda di Kepulauan Solomon, satgas melanjutkan pelayaran ke Papua Nugini sebagai etape berikutnya dalam Port Visit 2026.
Pelayaran menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Laut menjalankan diplomasi maritim melalui kunjungan kapal, kegiatan kemanusiaan, dan interaksi dengan negara sahabat.
Rangkaian kegiatan tersebut mengusung semangat Bridging Nations, Serving Community, yang menekankan hubungan antarnegeri melalui kerja sama dan pelayanan kepada masyarakat.
Kunjungan ke Papua Nugini akan melanjutkan agenda satgas di kawasan Pasifik Selatan. Rincian kegiatan yang akan dilaksanakan pada etape berikutnya belum disebutkan dalam informasi yang tersedia.





